Belajarmembaca dan menulis akan membuat kita jadi pandai dan pintar . Kecamatan Jagakarsa; Di rumah guru Di rumah Anda; Dengan kamera web Ilustrasi anak membaca buku. Foto Shutter StockMembaca merupakan kegiatan sederhana tetapi berjuta manfaat seperti itulah adanya. Kita tahu bersama bahwa membaca memberikan banyak manfaat seperti menambah pengetahuan, memperkaya kosakata, mengubah mindset, dan masih banyak lagi. Namun, Indonesia sendiri memiliki tingkat minat baca masyarakat yang masih rendah. UNESCO menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 11000 penduduk. Dari sini tampak bahwa perlu adanya perbaikan dan membaca menjadi kegiatan yang membosankan untuk kebanyakan orang termasuk mahasiswa yang seharusnya banyak membaca buku dan jurnal demi menunjang pengetahuan mereka. Salah seorang dosen saya mengatakan bahwa pelajar luar negeri mereka diwajibkan untuk membaca banyak 5 sampai 6 buku setiap semesternya untuk menunjang pembelajaran anak membaca buku di mobil. Foto Shutter StockNamun, mereka tidak keberatan dengan hal itu karena memang sudah terbiasa membaca buku. Sebaliknya mahasiswa di Indonesia merasa kesulitan untuk membaca banyak buku dalam jangka waktu satu semester. Seharusnya semakin tinggi tingkat pendidikan yang diambil dibarengi juga dengan semakin banyak buku yang dibaca tetapi kenyataannya tidak adanya pembiasaan sejak dini. Anak–anak usia dini menjadi sasaran targetnya, mereka cenderung membentuk karakter pada usia tersebut. Dengan mulai mengajarkan anak untuk gemar membaca anak akan tumbuh dengan budaya itu. Anak bisa dikenalkan dengan buku cerita bergambar atau dengan mengenalkan huruf abjad dengan berbagai kartu bergambar. Buat suasana belajar membaca anak menjadi menyenangkan. com-Ilustrasi anak sedang membaca buku sebagai salah satu kegiatan untuk menstimulasi kecerdasan. Foto ShutterstockKegiatan ini perlu dilakukan secara konsisten demi membentuk karakter yang diinginkan. Orang tua bisa mulai membacakan buku cerita pada anaknya yang masih balita. Meskipun mereka hanya bisa mendengar tetapi hal itu bisa menjadi stimulus agar anak gemar membaca di kemudian hari karena sudah menjadi kebiasaan sejak mereka masih balita. Luangkan waktu khusus untuk anak belajar membaca dan orang tua harus setia yang tumbuh dengan kebiasaan membaca akan menjadikannya lebih cerdas dan memiliki kemampuan berbicara yang baik, karena didukung dengan banyaknya kosakata yang mereka miliki. Kemampuan mereka dalam memahami kalimat yang panjang pun juga salah satu manfaat yang didapat. Para orang tua harus sadar dan mau membantu putra-putrinya untuk bisa gemar membaca. Tidak ada ruginya orang yang banyak membaca, sebaliknya membaca menjadikan orang lebih kritis.
Denganmembaca kalimat tersebut sebenarnya kita sudah tau suatu rumus yang yambung, yaitu jika begini maka akan begitu. Maka jika kita gunakan pada kalimat jika mau pandai menulis maka harus banyak membaca tidaklah tepat. Banyak membaca hanya akan membuat pandai membaca dan banyak pengetahuan, perihal menulis itu adalah keahlian lain. Satu
Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah salah satu proses paling penting dalam menulis. Ungkapan yang merakyat, memang. Tapi benar adanya. Jendela tersebut hanya bisa dibuka ketika kita punya kuncinya, dan kuncinya adalah membaca. Disadari atau tidak, dengan membaca buku selama beberapa jam yang berisi tentang pengalaman seseorang selama bertahun-tahun, misalnya, akan membuat kita mendapatkan pengalaman yang sama dengan waktu yang lebih relatif singkat. Kegiatan membaca, berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Semakin orang banyak membaca, semakin luas wawasan dan pengetahuannya, sehingga ia memiliki cukup referensi dan takkan kehabisan ide untuk menulis. Pembaca bukan berarti harus menjadi penulis, akan tetapi untuk menjadi seorang penulis, seseorang harus mutlak memiliki kebiasaan membaca. Jika membaca adalah proses melihat wawasan melalui jendela yang terbuka dan menjadikannya sebagai pengetahuan pribadi, maka menulis adalah suatu cara menyajikan kembali khazanah yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Bisa dibilang bahwa seseorang akan kesulitan untuk menulis sesuatu di luar dirinya, di luar apa yang telah ia miliki sebelumnya. Seseorang tentunya harus memiliki sesuatu terlebih dulu sebelum membagikannya kepada orang begitu, mau tidak mau, suka tidak suka, membaca adalah sebuah proses yang harus dilakukan bagi kamu yang memiliki keinginan untuk mejadi seorang penulis. Jika selama ini kita sudah mencoba menulis akan tetapi selalu mengalami kendala dan terhenti pada paragraf atau bahkan kalimat pertama, penyebabnya bisa jadi karena terlalu sedikit stok informasi yang kita miliki sebelumnya. Maka, kita harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Berikut ini merupakan beberapa manfaat membaca yang dapat mengasah keterampilan seseorang;Apapun genrenya, baik fiksi maupun non-fiksi, setiap buku pasti memberikan pelajaran atau pengetahuan yang bisa diambil oleh pembacanya. Setiap menulis, tentunya kita harus menyajikan informasi yang sesuai atau mendekati realita. Misalnya jika kamu menulis cerita tentang kucing, terlebih dahulu kamu harus mengadakan observasi terhadap perilaku kucing dan segala hal tentang kucing, salah satu caranya dengan membaca. Atau kamu menulis mengenai suatu obyek wisata, jika tidak bisa melakukn observasi secara langsung, maka kamu bisa mencari berbagai informasi dan membacanya. 2. Membantu belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalamanCoba pikirkan terlebih dahulu, siapakah penulis buku favoritmu yang karyanya paling sukses di pasaran? Jika sudah, coba baca karyanya, dan lakukan analisa apa yang membuat orang-orang bisa begitu mengidolakan karya-karyanya. Jika sudah membaca karyanya, kita pasti bisa menentukan unique selling point dari karya tersebut. Apa saja keunggulannya? Apakah dari plotnya, atau dari gaya bahasa dan penokohannya serta masih banyak faktor lain yang bisa kamu pikirkan dan kamu ambil sebagai contoh serta referensi dalam menulis. 3. Memperkaya kosakata, pilihan kalimat dan cara penyajianJika saat menulis kita sering dihadapkan pada kebosanan kata yang itu-itu saja, atau dua tiga padanan kalimat yang serupa, itu berarti kita harus lebih banyak membaca. Dalam buku yang kita baca terdapat ribuan bahkan jutaan kata dan kalimat yang bisa memperkaya diksi, pilihan kalimat dan cara penyampaian yang berbeda. Biasanya, tiap penulis memiliki ciri khas dan karakteristik masing-masing, perbedaan karakteristik tulisan tersebutlah yang akan membuat tatanan bahasa kita lebih beragam, variatif dan tidak menjemukan untuk dibaca. 4. Membuat jalan pikiran lebih lenturSeringkali kita dihadapkan kesulitan untuk memulai sebuah tulisan, bahkan sejak di kata pertama dalam tersebut tak jarang membuat kita merasa jenngkel dan kebingungan. Terkadang, kita sudah mempunyai konsep dan sudah memiliki gambaran mengenai inti tulisan, akan tetapi begitu sulit untuk kemudian dituangkan. Kebuntuan ini biasanya bisa diatasi dengan cara rajin membaca. Dengan rajin membaca, apa yang kamu pikirkan akan lebih luwes untuk kemudian diuraikan dalam tulisan. 5. Membuat Ide melimpah dan banyak bahan menuliskannyaPernah mendengar istilah writer's block? Kebuntuan dalam menulis adalah salah satu tanda kita kehabisan ide dalam tulisan. Tentunya, jika kita jarang membaca buku, referensi kita begitu minim sehingga ide tak kunjung juga terlintas. Dengan membaca buku di satu waktu, otak kita akan merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja. Sehingga, kemungkinan kehabisan ide dalam menulis akan semakin sempit.
  1. Իб ኩчалጵрυճ еклаψиρивև
    1. Есагεψ ፀреնяያ бийዛδоβωбሟ
    2. Овсю ектυвриլ лէջаμеκе
    3. Брէχአгавеն ժևπохрюպиκ
  2. Πужυβω жуրидреյ
  3. Ձа евийоշеቺεκ удአቫила
    1. Ищужоኞеνуν ፌк ሞешыкапሩφ
    2. ጸюժедаሲ κямец գιкուш
  4. Ιձ աλ
Dalambuku terdapat materi membaca dan menulis permulaan, yang dimana peserta didik akan diajak belajar bersama untuk mengenal huruf serta belajar membaca dan menulis permulaan. Buku ini dapat digunakan oleh peserta didik dengan pendampingan oleh guru, orang tua, atau wali. Berbagai kegiatan kontekstual dan menyenangkan disajikan untuk

Deffy Ruspiyandy Gaya Hidup Friday, 18 Feb 2022, 0725 WIB Sesungguhnya bagi seorang penulis, kegiatan membaca adalah hal yang wajib dilakukan setiap saat. Ibaratnya membaca adalah menu wajib yang tak boleh ditinggalkan oleh seorang penulis. Membaca adalah aktivitas yang secara langsung merangsang intelektual kita di dalam menelaah pemikiran yang disampaikan oleh orang lain dalam berbagai bentuk yang mengajak kita selaku pembacanya untuk bisa berpikir kritis. Menulis dapat dilakukan ketika penulis terbiasa membaca. FOTO Deffy Ruspiyandy Menurut Hodgson 1960 43-44 membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, pesan yang tersurat dan yang tersirat akan tertangkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik. Tentu saja, dengan membaca maka seorang penulis akan terbuka cakrawala pandangnya karena menerima berbagai pemikiran dari siapapun yang telah menuangkan idenya. Dengan begitu maka barang tentu seorang penulis akan terpacu pula untuk menuangkan idenya. Idenya bisa didapat dari apa yang telah dibacanya tadi. Jadi seorang penulis yang jarang membaca maka setiap tulisan yang dihasilkannya akan terasa garing dan pesan-pesan yang disampaikannya pun seringkali tak tepat sasaran dan tak sesuai harapan. Sumber-sumber bacaan pada saat sekarang bagi para penulis bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Jika dulu memang untuk mendapatkan buku berkualitas, selain membeli ya setidaknya harus mendatangi perpustakaan namun kali ini selain hal itu juga dapat dilakukan dengan berkunjung ke perpustakaan digital yang dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet. Tinggal menuliskan sumber bacaan yang kita butuhkan maka akan dengan mudah didapatkan dan jika khawatir kita lupa dan butuh lagi untuk membacanya maka kita mengesavenya di flashdisk atau di penyimpanan data yang ada pada laptop kita. Sangat wajar jika saat ini tak ada alasan bagi seorang penulis kesulitan untuk mendapatkan sumber bacaan yang berkualitas. Hanya ada kemauan saja karena semua itu akan dengan mudah didapatkan. Adanya kemudahan ini berarti sama artinya dengan membuat penulis semakin terpacu untuk selalu membaca. Secara ideal, setiap hari tentunya seorang penulis yang harus membaca dan juga menulis. Kemampuan menulis akan semakin baik ketika kemampuan membaca pun tercipta secara baik pula. Memang tak salah jika budaya literasi di negeri belum bisa berkembang secara pesat dibanding dengan negara lain karena masyarakatnya belum memiliki buadaya membaca yang baik. Persoalannya adalah mana mungkin akan lahir para penulis handal ketika kondisinya membacanya masih minim. Mereka tokoh-tokoh besar yang terkenal menjadi penulis adalah orang-orang yang memiliki jam terbang membaca yang sangat mumpuni. Karenanya, seorang penulis mestilah ia gemar membaca. Karenanya bagi seorang penulis sesungguhnya haruslah mampu menjadikan kegiatan membacanya sebagai bagian dalam peningkatan kualitas kepenulisannya. Banyak membaca karya-karya orang lain akan menambah beragam wawasan dan ilmu pengetahuan. Dengan banyak membaca itulah maka seorang penulis takkan kekurangan ide untuk menuliskan apa saja yang dirasa bermanfaat bagi pembaca. Terbiasa membaca maka akan pula dengan mudah terdorong menciptakan kondisi kegiatan penulisan yang dapat dilakukan secara kontinyu. Melihat kenyataan ini, artinya bahwa membaca dan menulis ternyata sama pentingnya. Keduanya saling berkaitan dan tak bisa dianggap yang satu penting namun yang satu tidak penting. Di sini ada sebuah realita yang tak bisa dipungkiri jika membaca adalah latihan awal untuk bisa menulis karena kreatifitas yang ada di otak akan berjalan baik jika ada stimulus dan stimulus yang baik bagi seorang penulis adalah dengan membaca. Membaca apa saja maka akan membuat penulis selalu terangsang untuk mencari ide penting di dalam dunia kepenulisannya. Menurut seorang pakar, membaca dapat menstimulus otak kita yang membuat siapapun akan selalu berpikir analitis. Kebiasaan berpikir secara analitis juga menstimulus otak lebih terbuka menerima pendapat dan pengetahuan dari orang lain. Salah satu indikasinya dapat dilihat bahwa siapapun lebih sering belajar dari pengalaman orang lain, daripada menyalahkan orang lain atau mengada-adakan kesalahan orang lain. Tentu saja dengan begitu, kegiatan membaca tak bisa dipandang sebuah hal yang remeh. Benar pada hakikatnya hanyalah mengeja kata demi kata. Namun di balik semua itu sesungguhnya ada media yang memotivasi orang yang membaca untuk mampu menangkap dan mengikat pemikiran orang yang menulisnya. Dengan begitu maka bagi seorang penulis itu adalah hal yang penting karena akan mendorong dirinya slalu berpikir kritis terhadap sesuatu dan membuatnya akan bergairah untuk menulis karena takkan pernah kekurangan ide. Banyak ide yang didapat sangat memungkinkan untuk bisa terus menerus menulis. Dengan terbiasa membaca maka banyak hal yang diketahui. Hal ini sangat memungkinkan bagi seorang penulis akan terbiasa untuk tetap konsisten melakukan kegiatan literasi di dalam hidupnya. Semakin terkondisikan kegiatan membaca yang konsisten maka dengan sendirinya akan membuat dirinya terus berkreasi menghasilkan tulisan-tulisan bermutu. Kareanya truslah membaca karena dengan membaca, seorang penulis akan mampu menggoreskan penanya secara tajam dan tulisan yang disampaikannya akan bermanfaat bagi banyak orang.*** membaca menulis ide penulis berpikir Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Gaya Hidup Terpopuler Tulisan Terpilih

Saya pandai sekali membaca. Saya pandai menulis dan saya cukup pandai menulis. Jika seandainya kita semua sama satu sama lain, maka dunia ini akan menjadi kurang menarik dan orang-orang akan jauh lebih tidak siap untuk menangani isu dan masalah yang ada dalam kehidupan. Dengan alasan yang sama, orang tua yang berasal dari budaya
Oleh Jessica Jelita Murni Gaes, tahu nggak sih kalau ternyata kebiasaan membaca berhubungan erat dengan kemampuan menulis? Secara awam, orang yang memiliki kreativitas tinggi biasanya dikenal sebagai orang yang jenius atau memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kamu udah nggak asing lagi dengan pernyataan “orang jenius adalah kutu buku”, 'kan? Jika benar, penulis dan sastrawan dapat dikategorikan sebagai orang yang kreatif atau jenius tersebut karena sebagian besar dari mereka memiliki minat baca yang tinggi. Dari situ, terbentuklah satu hipotesa yang berbunyi untuk bisa menjadi penulis yang baik, maka harus gemar membaca berbagai tulisan dan bersikap positif terhadap proses menulis. Reader makes best writer. Boleh diumpamakan bahwa orang yang menulis tanpa membaca serupa dengan orang buta yang sedang berjalan. Maksudnya, kalau kamu ingin menulis sesuatu, kamu harus berproses terlebih dahulu dengan tekun, salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan membaca. Hal ini karena dalam menulis dibutuhkan kekayaan ide, inspirasi, gagasan, serta pengetahuan yang luas yang sebagian besarnya dapat kamu peroleh dengan banyak membaca. Tentu saja, itu dapat membantumu menghindari kebuntuan dalam menulis atau dikenal dengan istilah writer’s block karena kehabisan ide. Apapun genre tulisan yang kamu hasilkan—asalkan nggak berisi hal yang nirfaedah—pasti dapat memberikan pengetahuan baru dan pembelajaran hidup baik untuk dirimu sendiri maupun orang lain yang membacanya. Misalnya nih, kamu suka banget membaca karya sastra bergenre fiksi. Menurut Jakob Sumardjo dalam bukunya yang berjudul Apresiasi Kesusastraan, karya sastra merupakan isi jiwa sastrawan yang menciptakannya. Maka dari itu, sebuah karya sastra nggak hanya dapat memperkaya pengalaman para pembacanya tanpa perlu mengalaminya sendiri, namun juga meningkatkan nilai-nilai empati. Ada lagi, nih, perumpamaan lain orang yang yang membaca tanpa menulis bagai orang pincang yang sedang berjalan. Dalam konteks ini, maksudnya adalah segala ilmu dan pegetahuan yang telah kamu baca nggak akan ada gunanya kalau kamu tidak membagikannya kepada orang lain, contohnya melalui tulisan. Jika membaca adalah proses menimba wawasan melalui jendela yang terbuka, maka menulis adalah cara menyajikan wawasan yang telah ditimba itu kepada masyarakat luas, sehingga ilmu mereka pun juga bertambah. Bukankah sebaik-baiknya seseorang adalah yang bermanfaat bagi orang lain? Saya pernah membaca hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Stephen D. Krashen. Dalam bukunya yang berjudul Writing Research, Theory, and Application pun beliau mengangkat hubungan antara kegiatan membaca dan menulis. Dari penelitian tersebut, Krashen menemukan bahwa para respondennya yang merupakan para penulis adalah mereka yang gemar banget membaca sejak usia dini. Nggak hanya gemar membaca, tetapi mereka pun juga mengakui bahwa sejak masih sekolah, mereka telah mengikuti berbagai kegiatan menulis di luar sekolah, menulis surat-surat, bahkan mengikuti kursus menulis saat masih di bangku sekolah. Awalnya, saya juga masih ngerasa skeptis, kok. Berbekal keraguan dan kekepoan, saya pun melakukan penelitian kecil-kecilan terhadap beberapa orang teman SMA saya mengenai korelasi minat baca karya sastra terhadap kemampuan menulis. Hasilnya, mereka mengakui bahwa dengan banyak membaca, perbendaharaan kata yang mereka miliki semakin banyak! Orang yang kaya akan perbendaharaan kata akan tahu bahwa ada banyak kata lain yang hampir mirip dan dapat mengantikan suatu kata tanpa mengubah makna. Misalnya, kata “melihat” bisa diganti dengan melirik, mengerling, menatap, mengintip, melotot, memantau, menonton. Hal tersebut penting banget untuk dimiliki agar tulisanmu nggak terasa membosankan karena menggunakan kata yang itu-itu saja—juga agar kamu nggak kebingungan ketika menemukan kata-kata yang asing terdengar di telinga. Jika kamu sering membaca, kamu pun juga menjadi peka terhadap pengaplikasian susunan karangan logis dan urut serta penggunaan bahasa baku. Alhasil, ketika kamu menulis, kesalahan-kesalahan yang akan kamu buat dalam susunan kalimat, pengaplikasian diksi atau pemilihan kata, dan penggunaan bahasa baku pun menjadi lebih minim, yang bikin pesan yang kamu sampaikan dalam tulisanmu mudah dicerna oleh pembaca. Untuk apa kamu menulis kalau tulisanmu bahkan nggak bisa dipahami oleh para pembacanya? Membangun kebiasaan membaca dan mengasah kemampuan menulis itu ibarat belajar mengendarai sepeda. Meskipun kamu harus terjatuh berulang-ulang kali, apabila kamu masih memiliki motivasi yang kuat untuk mahir bersepeda, maka setiap kejatuhanmu nggak akan menjadi hambatan bagimu untuk kembali berdiri dan mengayuh sepeda itu sampai berhasil. Jadi, sudahkah kamu membaca dan menulis hari ini? sumber gambar
Kegiatanmembaca, berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Semakin orang banyak membaca, semakin luas wawasan dan pengetahuannya, sehingga ia memiliki cukup referensi dan takkan kehabisan ide untuk menulis. Pembaca bukan berarti harus menjadi penulis, akan tetapi untuk menjadi seorang penulis, seseorang harus mutlak memiliki kebiasaan membaca.
Mengajari anak menulis sejak dini sangat bagus bagi perkembangan anak – anak. Baik dalam perkembangan otak dan motorik. Karena itulah pendidikan anak usia dini PGSD sangat dianjurkan, karena selain melatih kemampuan dalam berpikir maupun sistem motorik, namun juga belajar berinteraksi dengan dunia luar serta dunia baru. Perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan usia dini dan anak yang tidak mendapatkan pendidikan tersebut, sangat mencolok. Baik dalam cara berpikir dan juga cara berperilaku. Pentingnya Belajar Membaca Sejak Dini Para orang tua seharusnya mengerti tentang pentingnya belajar membaca dan menulis sejak dini bagi anak – anak. Selanjutnya dapat sadar dan lakukan hal terbaik demi anak. Membaca menjadi langkah lanjutkan dan sekaligus menjadi manfaat dalam mengajari anak menulis. Ada berbagai macam manfaat dari mengajarkan anak membaca sejak dini, yaitu 1. Menambah jumlah kosa kata yang dipahami oleh anak Dengan membaca, anak akan mendengar berbagai macam kosa kata yang terdengar asing. Sehingga dia pun akan bertanya tentang kosa kata yang sama sekali. Secara tidak langsung dia pun memahami dan mengerti kosa kata baru. Anak – anak pun juga akan mengaplikasikan kosa kata yang baru dia mengerti dalam kehidupan sehari – hari. 2. Keterampilan dalam berkomunikasi meningkat Semakin banyak jumlah kosa kata yang anak – anak mengerti, maka semakin muda pula dalam berkomunikasi dengan orang lain, termasuk pada orang dewasa. Dengan ini orang dewasa juga akan lebih mudah setiap kata yang anak katakan. Jadi tidak perlu lagi menerjemahkan setiap kata yang keluar dari mulut anak. Terlebih lagi bahasa anak kecil, terutama balita sangat sulit untuk dimengerti. Apalagi anak – biasanya menggunakan setiap kata dengan bahasa yang hanya dia pahami. Contoh hanya menggunakan suku kata terakhir dalam setiap kata. 3. Mengenal konsep baru Belajar membaca membuat anak memperoleh sesuatu baru. Terutama berbagai macam jenis huruf dan angka. 4. Melatih kemampuan berpikir Saat anak – anak belajar, anak akan berpikir tentang suatu yang dia pelajari. Dengan kata lain melatih kemampuan berpikir anak. Dengan menggunakan daya pikir setiap saat, dapat membantu melatih daya pikir otak pada anak. Jika semakin banyak anak berpikir, maka semakin tajam pula tingkat daya otak. Jika anak sedikit dalam berpikir, maka kemampuan daya otak pun akan menjadi lambat. Mengajari Anak Menulis Dan Membaca Membaca dan menulis merupakan sebuah paket yang tidak dapat dipisahkan dan selalu berhubungan. Dengan mengajari anak membaca, secara tidak langsung menjadi bukti bahwa anak mendapat perhatian khusus dalam pendidikan. Khususnya dalam konteks mengajari anak menulis. 6. Minat anak dalam membaca menjadi besar Belajar, khususnya membaca termasuk hal yang adictif bagi anak – anak. Jika kemampuan membaca sang anak cukup baik, maka dia pun akan menambahkan membaca menjadi bagian dari aktivitas harian. Karena dia terlalu senang dan bersemangat akan hal baru yang baru saja dipelajari. 7. Melatih konsentrasi Saat anak membaca, dia akan memusatkan perhatiannya dan tenang pada hal yang tengah dia baca. Hal ini bisa membuat anak berkonsentrasi dalam setiap kata yang dia baca. 8. Daya imajinasi dan kreativitas berkembang dengan baik Anak – anak memang penuh dengan berbagai macam imajinasi. Dalam hal ini dia akan berangan sesuai dengan hal yang baru saja dia pahami / dunia baru. Dengan imajinasi yang tinggi, maka secara tidak langsung akan membuat anak menjadi sangat kreatif. Dia pun akan mengeluarkan beberapa ide – ide yang cukup fantastis. Serta dapat memahami diri sendiri tentang apa yang dia inginkan dan sukai. 9. Memperluas cakrawala Dengan membaca, anak akan mendapatkan informasi baru. Semua informasi merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh anak – anak. Hal tersebut cukup membuat anak memiliki wawasan yang luas. 10. Membuat hubungan antara orang tua dengan anak semakin erat Dengan membaca, tingkat kemampuan dalam berkomunikasi semakin baik. Dia pun akan aktif dalam berbicara, terutama pada orang tua. Semakin anak – anak sering berkomunikasi dengan orang tua, maka secara tidak langsung hubungan antara orang dan anak menjadi lebih baik. 11. Membentuk pola perilaku Untuk manfaat satu ini menjadi salah satu manfaat yang tersirat dan berhubungan dengan kebiasaan. Dengan mengajari anak belajar membaca khususnya dongeng, secara tidak langsung akan akan berpikir dengan lebih matang. Dia pun dapat mengerti dengan mudah tentang cara berperilaku. 12. Membantu meningkatkan prestasi akademik Khusus untuk manfaat satu ini, adalah manfaat membaca di kemudian hari saat dia menempuh pendidikan di sekolah dasar. Dia pun akan menjadi muda setiap pelajaran di sekolah. Jadi nilai yang dia peroleh pun menjadi sangat baik. Baca juga Cara dan Tips Melatih Anak Disiplin di Usia Dini Mengajari anak membaca menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan dan harus mempunyai tingkat kesabaran tinggi. Karena menulis menjadi pendidikan pertama yang seharusnya diperoleh untuk anak – anak. Kemungkinan besar membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat anak – anak memahami setiap huruf. Mengajari Anak Menulis Dan Membaca Dalam mengajari anak – anak belajar menulis, ada beberapa metode efektif supaya anak menjadi lebih mudah memahami setiap huruf. Metode tersebut antara lain sebagai berikut ini Trace the dot / merangkai titik Metode belajar menulis huruf pertama yaitu dengan metode titik. Sang anak akan menyambungkan / merangkai titik – titik. Rangkaian titik tersebut merupakan sebuah pola yang nantinya akan membentuk sebuah huruf setelah dirangkai. Hal ini akan melatih tangan anak dalam menulis. Jadi anak – anak tidak terasa kaku dan canggung untuk menulis suatu huruf. Menebalkan huruf yang tipis Cara ini hampir sama dengan metode titik. Hanya saja pola yang digunakan dalam bentuk garis tipis. Untuk cara yang satu ini cukup mudah dan anak pun hanya menebalkan huruf sesuai dengan huruf sebelumnya. Menjiplak Metode belajar menulis satu ini paling efektif. Sebab anak pun menjadi lebih mudah untuk membentuk suatu huruf. Khusus untuk cara ini ada sebuah alat yang harus digunakan. Mengajari anak menulis dengan menjiplak harus mempersiapkan terlebih dahulu penggaris huruf. Untuk jenis penggaris harus diperhatikan materialnya. Sebaiknya hindari penggaris dengan material kertas, karena rawan rusak. Jenis material penggaris yang cukup efektif yaitu plastik. Selain ringan untuk anak, penggaris plastik mempunyai warna yang beragam, biasanya disertai dengan gambar – gambar lucu seperti karakter kartun. Jadi anak – anak daya tarik anak dalam menulis semakin besar. Metode yang satu ini akan membuat anak menulis tanpa bantuan apapun. Mungkin hal ini cukup sulit bagi anak yang telah nyaman menggunakan alat bantu. Metode ini juga menjadi langkah awal untuk dapat menulis dengan baik dan benar. Jadi anak biasakan anak – anak menulis tanpa alat bantu apapun secara perlahan. Merangkai kata Langkah satu ini menjadi tahap akhir dalam awal belajar menulis. Setelah lancar menulis huruf tanpa bantuan apapun, selanjutnya ajarkan anak untuk menulis suku kata. Kemudian pelajaran menulis pun menjadi lebih banyak dengan merangkai kata, lalu merangkai kalimat. Tips Agar Anak Cepat Pandai Menulis Sebelum Bersekolah Dalam mengajari anak menulis, ada beberapa tips efektif supaya anak menjadi lebih cepat menulis. Hal yang lebih baik lagi, jika anak – anak telah pandai menulis dan membaca terlebih dahulu sebelum Bersekolah. Inilah tips dalam mengajari anak menulis secara efektif 1. Dimulai dari hal sederhana Hal pertama yang harus dilakukan orang tua untuk mengajari anak menulis, yaitu mulailah dengan hal yang sederhana dan mudah dipelajari dan dipahami oleh anak. Sebagai contoh mengajari anak menulis tanda baca terlebih dahulu. Tanda baca adalah huruf yang paling sederhana. Jadi sangat mudah untuk dipahami oleh anak – anak. 2. Berikan anak media yang leluasa dan tanpa batas Dalam tips yang satu ini menjadi tips cukup buruk dan menyebalkan bagi orang tua. Dimana anak – anak akan mencoret – coret apapun, mulai dari dinding, lantai hingga meja. Sebaiknya orang tua tidak melarang anak – anak mencoret apapun sesuka hatinya. Karena hal ini cukup efektif dalam mengembangkan kemampuan anak dalam menulis. Hal yang colorful sangat disukai oleh anak – anak. Oleh karena itu, berikan alat tulis dengan berbagai macam warna, entah itu pensil warna ataupun crayon. Hal ini dapat membuat minat anak dalam menulis semakin tinggi. 4. Berikan sesuatu niche / konsep yang dia sukai Sebelum mengajari anak menulis, sebaiknya pahami terlebih dahulu hal apa yang dia gemari. Lalu berikan hal yang dia sukai dalam bentuk buku pembelajaran menulis. Hal ini juga menjadi tips dalam meningkatkan minat belajar anak untuk menulis. 5. Berikan waktu yang fleksibel untuk belajar / bermain sambil belajar Saat mengajari anak menulis, sebaiknya tidak ditentukan waktu belajar. Dengan kata lain jadikan waktu belajar bukan merupakan jadwal khusus belajar resmi. Namun jadikan waktu belajar sebagai waktu bermain. Hal ini menjadi bentuk kiasan bermain sambil belajar. Buatlah anak tidak menyadari bahwa dia sedang mendapatkan pelajaran menulis. Cara terbaik dalam bermain sambil belajar, yaitu ciptakan suasana yang sangat menyenangkan. Jadi anak pun merasa senang saat belajar menulis dan tidak menganggap belajar menjadi suatu hal yang cukup ketat seperti sekolah reguler. Hal ini menjadi kunci utama saat mengajari anak menulis. Orang tua sangat tidak dianjurkan untuk menargetkan waktu agar anak dapat menulis dengan cepat dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Kesabaran juga menjadi hal yang sangat penting saat mengajari anak menulis. Butuh waktu yang sangat lama untuk membuat anak pandai menulis. Selain itu harus ingat bahwa tingkat daya kemampuan anak tidak dapat dipaksakan ataupun dituntut. Terlebih lagi bagi orang tua etnis Asia. Khusus untuk etnis Asia akan mempelajari 2 buah huruf sekaligus, terutama untuk China, Korea, Jepang, Thailand. Jadi secara tidak langsung anak – anak akan dituntut sejak dini untuk dapat menulis 2 buah jenis huruf sekaligus. Jadi tidak kesabaran orang tua juga harus ditingkatkan, karena bagi anak menjadi hal yang tidak muda dalam belajar 2 hal sekaligus dalam waktu bersamaan. Hal yang paling penting dalam mengajari anak menulis adalah peran orang tua. Karena interaksi besar anak terjadi dalam lingkungan keluarga. Mengingat manfaat menulis yang cukup besar bagi perkembangan anak, sebaiknya tidak sia – siakan golden age untuk melatih menulis sejak dini. Ditulis oleh Arinta Wulandari – Editted 14/06/2021 by IDNarmadi.

Menulisbisa membantu kita menyelesaikan masalah dan menjadikan kita semakin cerdas. Ketika kita membaca, kita betul-betul tidak punya pilihan kita harus melek huruf. Kita jarang menemukan orang yang membaca dengan baik menghadapi persoalan serius berkenaan dengan tata bahasa, ejaan, dan lain-lain.

Jika kamu suka sekali dengan buku dan punya hobi membaca, bersyukurlah...karena artikel berikut bisa jadi adalah kabar terbaik yang akan kamu ketahui hari ini. Penelitian terbaru menemukan bahwa membaca membuat seseorang menjadi peribadi yang lebih baik. Para peneliti asal Kingston University, London, bertanya pada 123 partisipan seberapa banyak mereka membaca buku, bermain dan nonton TV. Setelah menjalani tes skill interpersonal, peneliti menemukan bahwa mereka yang membaca novel romantis dan drama menunjukkan rasa empati yang lebih tinggi, dan mereka yang membaca fiksi punya pikiran positif dan social skill tinggi. Sebaliknya, mereka yang terlalu sering nonton TV punya rasa empati yang rendah dan kurang ramah. Ini bukan pertama kalinya penelitian ilmiah menemukan manfaat baik membaca. Ini empat kebaikan lain yang akan kamu dapat jika rajin membaca buku. 1. Membuatmu paham perasaan orang lain Penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Science menemukan bahwa membaca mampu meningkatkan kemampuan memahami perasan dan pemikiran orang lain. Tapi peneliti juga mengatakan, apa yang kamu baca menentukan apa yang kamu rasakan. Mereka yang membaca literatur fiksi punya pikiran yang lebih fleksibel, dan mampu menginterpretasikan perasan dan pikiran lebih luas. 2. Melepas stres Menurut penelitian tahun 2009 dari University of Sussex, ketika kamu duduk dan tenggelam dalam imajinasi dan bentuk pikiranmu sendiri saat membaca buku, hanya butuh 6 menit saja untuk melupakan masalah dan kekhawatiran yang kamu rasakan. Dibandingkan bentuk relaksasi lain seperti jalan-jalan, minum teh, main game dan mendengar musik, membaca buku bisa menurunkan tingkat stres lebih tinggi, yaitu sebesar 68%. 3. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental Penelitian yang dilakukan di University of Liverpool, UK, menemukan bahwa membaca buku mampu menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kepercayaan diri. Percobaan dilakukan pada partisipan depresi dan meminta mereka membaca buku selama 12 bulan. Hasilnya, kesehatan mental mereka jadi lebih baik, bahkan meningkatkan konsentrasi. 4. Memberi latihan baik untuk otak Berdasarkan penelitian tahun 2013 yang dilakukan Rush University Medical Center, orang-orang yang rajin melakukan aktivitas otak seperti membaca dan menulis cenderung punya ingatan kuat bahkan saat usia mereka sudah tua. Peneliti menemukan bahwa rajin baca buku dan menulis bisa menurunkan kemungkinan demensia hingga 32%. Jadi, jika kamu suka buku, rajin baca buku, rajin menulis diary atau bahkan bekerja sebagai penulis, kemungkinan besar kamu akan punya otak lebih sehat hingga tua nanti ladies. Ternyata, Teh yang Paling Sehat Dibuat di Dalam Microwave Lho! 3 Hal yang Bisa Dilakukan Jika Telinga Mampet Saat Naik Pesawat 5 Bahan Alami Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi Uji Penelitian, Kamu Akan Makin Susah Tidur Usia 30 Tahun ke Atas Wajib Tahu Ini Tanda Nyeri Haid Kamu Tak Normal vem/feb Menulis Bukan sahaja didapati, di dalam al-Qur'an, yang Nabi pandai membaca, malah, baginda juga didapati pandai menulis. Kebenaran itu telah diakui sendiri oleh. orang-orang yang tidak percaya yang tinggal bersamanya. Firman-Nya: "Mereka berkata, 'Dongeng orang-orang dahulu kala, yang dia menulisnya, yang.
Seperti yang disebutkan di atas, membaca adalah kemahiran bahasa yang menggunakan organ mata dan menulis adalah kemahiran bahasa yang menggunakan organ tangan. Berarti jika kita ingin menjadi pandai dalam membaca, pertama-tama organ mata harus dibuat menjadi sehat. Pembahasan tentang organ penglihatan mata secara khusus merupakan obyek dari ilmu kedokteran sehingga di sini bukanlah tempat untuk melakukan pembahasan itu. Yang hendak dibahas di sini hanyalah pengetahuan umum berkenaan dengan kemahiran membaca. Mata yang sehat, untuk membaca harus dipelihara dengan memperhatikan beberapa hal seperti berikut. 1. Membaca harus menggunakan cahaya yang cukup terang. 2. Cahaya yang terang itu tidak boleh menyilaukan mata karena dapat merusak penglihatan, dan cahaya sebaiknya didatangkan dari belakang kepala. 3. Waktu membaca, obyek baca sebaiknya diletakkan di depan mata dengan jarak pantas kira-kira 25 sampai 30 cm, maksudnya tidak terlalu dekat atau terlalu jauh. Jika terlalu dekat dapat merusak penglihatan dan jika terlalu jauh menjadi kurang jelas. 4. Membaca sebaiknya tidak sambil tidur, karena kalau sambil tidur, maka jarak sehat pada butir 3 menjadi sulit dipertahankan. 5. Pada obyek baca sebaiknya dihindari terjadi bayangan karena bayangan ini dapat mengganggu penglihatan yang cenderung memaksa mata bekerja keras. Akibatnya, lama kelamaan mata dapat menjadi rusak. 6. Pada waktu membaca, sesekali hendaknya memejamkan mata sejenak atau melihat ke arah yang jauh dengan tujuan mengistirahatkan mata sebentar supaya tidak terjadi kelelahan. 7. Membaca secara terus-menerus, berjam-jam, juga tidak baik untuk kesehatan, hendaknya setelah sekian lama membaca secara tanpa henti, pada saat yang dirasakan perlu, kegiatan membaca lebih baik dihentikan dulu dengan tujuan dapat mengistirahatkan mata dan juga otak supaya tidak terjadi ketegangan atau stres yang tidak diinginkan saat yang tepat untuk bersitirahat itu belum tentu sama untuk setiap orang. Berarti tiap-tiap orang harus dapat memperkirakan sendiri kondisi tubuhnya secara tepat. Jangka waktu istirahat pun relatif, belum tentu sama untuk semua orang. Pada zaman modern seperti sekarang ini, kegiatan membaca banyak dilakukan oleh orang-orang dari masyarakat yang sudah maju, karena mereka tahu kegiatan membaca membawa manfaat sebagai berikut Manfaat Membaca 1. Mengetahui buah pikiran, maksud hati atau perasaan dari pihak penulis. 2. Mengetahui informasi yang tersurat tertulis secara jelas ataupun yang tersirat tersembunyi di balik kata-kata dan baru diketahui setelah dikaji di dalam bacaan. Pada gilirannya kekuatan berpikir menjadi bertambah. 3. Menimba pengetahuan yang dikandung di dalam bacaan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan membaca mempunyai banyak manfaat yang dapat membawa orang ke arah kemajuan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan dalam jangka panjang akan dapat meningkatkan taraf hidup ke arah yang lebih baik. Pendek kata, di negara maju, membaca sudah membudaya di tengah-tengah masyarakatnya, dan kegiatan membaca itu justru menjadi salah satu ciri dari satu masyarakat maju. Di negara kita yang masih ketinggalan, kegiatan membaca perlu diusahakan menjadi satu kebiasaan bagi setiap orang. Kegiatan membaca adalah kegiatan verbal, dengan tujuan dapat mencapai sasaran yang diinginkan. Untuk itu, diperlukan teknik membaca yang cocok. Teknik Membaca 1. Membaca cepat. Teknik ini dibutuhkan untuk mengetahui secara cepat atau secara garis besar isi dari bacaan yang menjadi obyek. Teknik ini merupakan cara yang menjalankan mata pada tulisan-tulisan yang terdapat dalam lembaran dengan cara yang cepat tapi dengan konsentrasi yang luar biasa sehingga daya ingat yang kuat menjadi andalan dalam pelaksanaannya. Jika timbul kelengahan sedikit saja, cara ini tidak akan membawa hasil. Berarti konsentrasi penuh merupakan syarat mutlak untuk menjalankan cara tersebut. 2. Membaca lengkap. Teknik ini dibutuhkan untuk mengetahui secara lengkap isi dari bacaan yang menjadi obyek. Pelaksanaan teknik ini memerlukan kesabaran yang mutlak, bahkan harus diterapkan dari awal sampai dengan selesai. Namun, kecepatan membaca adalah suka-suka, tergantung dari pembaca berikut kondisi pada saat itu. Tanpa ada kesabaran yang cukup, target yang hendak dicapai pasti tidak akan terjadi. 3. Membaca detail. Teknik ini dibutuhkan untuk mengetahui secara mendetail isi bacaan yang menjadi obyek. Pelaksanaan teknik ini dibarengi dengan cara pengkajian yang mutlak. Maka dari itu, pelaksanaan teknik membaca detail pasti menyita waktu banyak karena selain proses membaca yang dijalankan, proses mengkaji pun perlu dijalankan. Tanpa menjalankan proses mengkaji, target yang hendak dicapai mengenai isi yang mendetail pasti tidak akan berhasil. 4. Membaca selektif. Teknik ini dibutuhkan untuk mengetahui secara selektif sebagian dari isi bacaan yang menjadi obyek. Pelaksanaan teknik ini tidak ada kaitan dengan kecepatan membaca ataupun waktu yang dibutuhkan. Kaitannya hanya dengan kepentingan pembaca sesaat. Maksudnya, kebutuhan pembaca yang terkonsentrasi pada hal-hal tertentu yang ada di dalam keseluruhan bacaan yang menentukan pelaksanaan teknik ini. Bagian yang menarik perhatian pembaca itulah yang dibaca, sedangkan bagian lain diabaikan. Membaca lengkap Membaca cepat Membaca selektif Berita Koran per halaman Berita Koran yang menarik perhatian Berita Koran yang menarik perhatian Membaca lengkap Membaca selektif Membaca cepat Judul buku, daftar isi, dan keseluruhan Daftar isi buku Bab atau pasal yang menarik perhatian Membaca detail Bab pasal atau bagian dari pasal yang diperlukan Contoh penerapan a. koran b. buku a. Untuk contoh membaca koran, tidak dibutuhkan tahapan membaca detail. b Untuk contoh membaca buku, tahapan membaca detail adalah tahapan terakhir. Proses Membaca Proses membaca adalah langkah atau tahapan yang harus dilalui sewaktu membaca. Proses membaca melalui tahapan sebagai berikut 1. Memahami judul untuk memperkirakan isi keseluruhan secara garis besar. Mula- mula memeriksa judul, kemudian berupaya memahaminya dan memperkirakan isi keseluruhan melalui judul. 2. Membaca cepat secara garis besar untuk mengetahui isi keseluruhan. Memeriksa daftar isi dan membaca cepat termasuk membaca cepat isi keseluruhan untuk mengetahui secara kasar. 3. Membaca selektif bagian-bagian yang diinginkan terlebih dahulu. Memeriksa kembali daftar isi, lalu memilih secara selektif bagian atau bab atau pasal yang menarik perhatian atau ingin diketahui isinya. 4. Membaca lengkap dari awal sampai dengan selesai. Sesudah diketahui secara kasar, tentunya timbul minat mengenai bagian tertentu. Pada saat ini bagian itu dibaca lengkap dari awal sampai dengan akhir. 5. Membaca detail bagian-bagian yang menjadi sasaran. Sesudah membaca lengkap, lalu timbul kebutuhan ingin mengetahui secara lebih mendalam mengenai sesuatu dari yang baru saja dibaca lengkap, maka lakukan membaca detail dari bagian itu. 6. Membuat rangkuman secara tercatat supaya tidak lupa dan mudah diingat kembali. 7. Terakhir adalah upaya untuk mengawetkan ingatan dengan cara mencatat supaya yang sudah dibaca detail menjadi tidak mubajir gara-gara lupa. Kerangka tulis Apa yang akan ditulis? Keterangan Keseluruhan pengetahuan tentang kemahiran membaca perlu diketahui oleh seorang sekretaris atau manajer kantor. Disamping itu mereka perlu menguasai empat ketrampilan teknik membaca. Teknik membaca cepat misalnya diperlukan untuk membaca E-mail dan SMS ponsel yang masuk; teknik membaca lengkap dibutuhkan misalnya untuk membaca surat yang masuk dari luar kantor; teknik membaca detail dibutuhkan misalnya untuk membaca dokumen perundang-undangan; teknik membaca selektif dibutuhkan misalnya untuk membaca berbagai informasi yang masuk. Menulis Menulis adalah kemahiran bahasa yang sepasang dengan kemahiran membaca karena kedua kemahiran ini menggunakan tulisan sebagai media. Kemahiran membaca merupakan kemahiran yang bersifat pasif karena ditujukan untuk diri sendiri, tetapi kemahiran menulis merupakan kemahiran yang bersifat aktif karena ditujukan kepada lawan atau orang lain, misalnya menulis notula rapat, menulis laporan untuk kepentingan kantor, menulis surat untuk pelanggan dan sebagainya. Menulis, menurut Hiroaki Kitamura, pada bukunya, adalah tindakan yang mengingatkan kita terhadap perasaan atau pikiran diri kita sendiri, berarti tindakan berbicara kepada diri kita sendiri. Di situlah terletak daya tarik menulis. Karena kemahiran menulis bersifat aktif, yaitu hasilnya ditujukan kepada orang lain, maka kemahiran ini perlu didampingi dengan sejumlah pengetahuan yang mendukungnya. Pengetahuan yang diperlukan pertama-tama adalah pengetahuan tentang penyusunan ‘kerangka tulis’. Kerangka Tulis adalah garis besar dari isi yang akan ditulis. Kerangka tulis terdiri dari beberapa tahap pemikiran tentang isi penulisan. Tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1. Pikirkan terlebih dahulu apa yang akan ditulis. 2. Pikirkan tema dan subtema mengenai apa yang ingin ditulis. 3. Pikirkan jumlah paragraf berikut urutan paragraf dari tema dan subtema yang akan ditulis. 4. Kumpulkan bahan-bahan mengenai tema dan subtema. 5. Lakukan penulisan. 1. Pikirkan terlebih dahulu apa yang akan ditulis. Sebelum menulis, hendaknya perlu dipikirkan terlebih dahulu mengenai yang akan ditulis. Misalnya menulis surat, pikirkan terlebih dahulu isi surat yang akan disampaikan kepada penerima surat. 2. Pikirkan tema dan subtema mengenai apa yang akan ditulis. Seperti diketahui bahwa setiap tulisan mengandung tema dan subtema. Yang dimaksud dengan tema adalah inti dari informasi atau permasalahan yang ada di dalam tulisan, sedangkan yang dimaksud dengan subtema adalah hal-hal lain atau informasi lain atau permasalahan lain yang berkaitan dengan tema yang ditulis. Pada tahap ini, tema yang akan ditulis perlu dipikirkan terlebih dahulu secara matang. Sesudah itu, baru dipikirkan subtemanya. Jika ternyata tulisan tersebut, tidak memerlukan subtema, berarti dianggap cukup dengan memikirkan temanya saja. 3. Pikirkan jumlah paragraf berikut urutan paragraf dari tema dan subtema yang akan ditulis. Pada tahap ini, perlu dipikirkan seluruh penulisan, dan satuan dari teks tertulis yang menjadi satu bagian darinya dan terdiri dari sejumlah kalimat-kalimat yang bermuatan/bermakna mengenai satu inti tema penulisan. Jadi, beberapa paragraf atau sejumlah paragraf membentuk sebuah teks tertulis. Setelah mengetahui perkiraan jumlah paragraf yang dibutuhkan, maka berikutnya perlu diperkirakan tema yang akan ditulis ditempatkan pada paragraf urutan ke berapa. Setelah tema diketahui pada paragraf dengan urutan yang pasti, berikutnya dilakukan pemikiran tentang subtema yang dianggap perlu. Pemikiran tentang subtema dilakukan dengan perhitungan menjadi beberapa paragraf tergantung dari jumlah subtema yang akan ditulis. Dalam hal ini, tidak boleh terdapat beberapa subtema dipaksakan menjadi satu paragraf. Namun, jika subtema itu saling berkaitan, maka dapat ditempatkan pada satu paragraf yang sama, asalkan paragraf itu tidak menjadi terlalu panjang. 4. Kumpulkan bahan-bahan mengenai tema dan subtema. Setelah tema dan subtema berikut urutan penulisannya telah selesai direncanakan, maka berikutnya adalah pengumpulan bahan-bahan mengenai tema dan subtema dari yang akan ditulis. Bahan-bahan tersebut dapat dikumpulkan dari sumber-sumber yang ada di sekitar diri penulis atau tempat kerja penulis. Suatu penulisan jika dilakukan tanpa ada bahan-bahan yang menjadi sumber penulisan, maka ada kemungkinan hasil penulisan itu menjadi tidak berhasil karena tidak mencapai sasaran yang diinginkan atau ‘ngawur’ sembarangan saja seperti menulis surat pribadi. 5. Lakukan penulisan. Ini adalah tahap terakhir dari suatu rencana penulisan. Pada tahap ini, penulisan mulai dilakukan mengikuti rencana yang sudah disusun terlebih dahulu. Contoh pembuatan kerangka tulis dari sebuah surat niaga. Sebuah surat niaga yang isinya mengenai jawaban terhadap pesanan barang dari pelanggan. 1. Paragraf kesatu. Diisi dengan latar belakang dari penulisan surat jawaban, antara lain mengenai waktu penerimaan surat pesanan barang kapan diterimanya, lalu ucapan terima kasih mengenai pesanan yang dilakukan pelanggan. Jika dipraktikkan akan menjadi seperti berikut ini ‘Pada tanggal 6 Juli 2006 yang lalu, kami telah menerima surat pesanan barang dari Toko Mujur Makmur dan kami sudah memahami barang yang dikehendaki. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak yang terus menerus mempertahankan relasi bisnis 2. Paragraf kedua. Langsung diisi dengan tema yang menjadi inti surat yang akan ditulis. Tema pada contoh ini adalah pesanan barang kegiatan pemesanan barang yang dilakukan oleh pelanggan dan barang pesanan barang yang dipesan oleh pelanggan yang dilakukan oleh pengirim surat sebagai pelanggan. Jika dipraktikkan akan menjadi seperti berikut ini ‘Barang-barang pesanan dari Toko Mujur Makmur sudah kami siapkan. Pengiriman akan kami lakukan pada tanggal 15 Juli dengan truk milik kami. Sehubungan dengan itu, melalui surat ini kami bermaksud memberitahukan secara resmi kepada pihak Toko Mujur Makmur tentang barang kiriman tersebut. Mohon kiranya dapat diterima dan diperiksa dengan baik. 3. Paragraf ketiga. Diisi dengan subtema yang menjadi keterangan tambahan mengenai tema yang sudah ditulis pada paragraf kedua. Subtema pada contoh ini adalah keterangan tentang potongan harga yang diberikan dengan kondisi atau syarat yang dikehendaki pihak penulis surat perusahaan yang menjual. Jika dipraktikkan akan menjadi seperti berikut ini lusin akan mendapat potongan harga sebesar 5%. Potongan harga ini berlaku untuk kelipatan berikutnya, misalnya jika memesan 20 lusin, potongannya menjadi 5% + 5% = 10% dan 4. Paragraf keempat. Ini adalah paragraf terakhir yang diisi dengan basa-basi etika bisnis yang berlaku secara umum di masyarakat kita dan/atau basa-basi khusus yang hanya berlaku di antara kedua badan bisnis atau perusahaan tersebut. Jika dipraktikkan akan menjadi seperti ini ‘Terakhir, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih sekali lagi kepada Bapak yang dengan baik hati telah memesan barang kepada penulisan seperti ini mengikuti etika umum atau ditambahkan lagi menjadi ‘Semoga Toko Mujur Makmur akan tumbuh dan berkembang terus semakin lama semakin besar dibawah kepemimpinan penulisan seperti ini termasuk etika khusus yang merupakan hasil pemikiran secara khusus yang ada di pihak pengirim surat Pada kemahiran menulis, perlu diperhatikan pula perbedaan dan pembedaan pengungkapan fakta dan pengungkapan pendapat. Perbedaan adalah hal-hal yang tidak sama di antara dua obyek atau dua benda. Pembedaan adalah usaha untuk membedakan obyek/benda yang satu dari obyek/benda yang lain. Fakta adalah pengungkapan yang dapat dicocokkan dengan suatu bukti nyata. Pendapat adalah hasil pertimbangan atau pemikiran yang dikemukakan seseorang mengenai sesuatu. Jadi, fakta pasti memiliki bukti, tetapi pendapat belum tentu ada bukti. Dalam kemahiran menulis, dalam rangka pengungkapan sesuatu informasi, perlu dibedakan antara pengungkapan fakta dan pengungkapan pendapat. Pada pengungkapan fakta, gaya penulisan harus mengarah kepada pengungkapan sesuatu hal yang ada buktinya. Sedangkan di pihak lain, pada pengungkapan pendapat, gaya penulisan mengarah kepada hasil pemikiran belaka tanpa perlu pengajuan bukti. Contoh pengungkapan fakta dan pendapat Contoh 1. a. Sepatu ini murah. pendapat b. Sepatu ini berharga Butir a adalah pendapat karena itu merupakan hasil pertimbangan. Sedangkan butir b adalah fakta karena angka harga adalah buktinya. Contoh 2. a. Sepatu ini cuma sedangkan yang lainnya ke atas, jadi murah. pendapat b. Sepatu ini murah, berharga Rp yang lain ke atas. fakta ‘Murah’ pada butir a adalah pendapat karena merupakan hasil perbandingan dari dua harga yang ada perbedaannya. Tetapi, ‘murah’ pada butir b merupakan fakta yang dikemukakan berikut dua data harga sebagai bukti. Contoh 3. a. Saya kira sistem perkawinan pada zaman Majapahit bukan poligami. pendapat b. Sistem perkawinan pada zaman Majapahit bukan poligami. pendapat c. Sistem perkawinan pada zaman Majapahit bukan poligami berdasarkan catatan yang ada di dalam kraton. fakta d. Menurut ahli sejarah bernama Tomi, sistem perkawinan pada zaman Majapahit katanya bukan poligami. fakta Butir a jelas merupakan pengungkapan pendapat penutur. Butir b pun merupakan pengungkapan pendapat karena tidak ada buktinya dan orang lain dapat mengungkapkan pendapat yang berbeda menjadi ‘Sistem perkawinan pada zaman Majapahit adalah pendapat. Butir c adalah pengungkapan fakta karena ada buktinya berupa catatan di dalam keraton. Pada butir d, pengungkapan ‘Sistem perkawinan pada zaman Majapahit bukan poligami’ adalah pendapat dari ahli sejarah Tomi. Tetapi, keseluruhan kalimat merupakan pengungkapan fakta oleh penutur kepada orang lain berdasarkan pendapat dari ahli sejarah Tomi sebagai bukti.
4BTL6.
  • kc200kn01v.pages.dev/95
  • kc200kn01v.pages.dev/351
  • kc200kn01v.pages.dev/298
  • kc200kn01v.pages.dev/245
  • kc200kn01v.pages.dev/30
  • kc200kn01v.pages.dev/30
  • kc200kn01v.pages.dev/49
  • kc200kn01v.pages.dev/305
  • kc200kn01v.pages.dev/52
  • dengan pandai membaca dan menulis akan menjadi orang yang