JAKARTA— Bangsa kaum Quraisy memiliki keistimewaan seperti disebutkan dalam surah al-Quraisy. Keistimewaan ini terkait dengan sejarah panjangnya sejak masa Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail AS yang berhasil membangun rumah Allah SWT Ka'bah. Syekh Ahmad Syakir dalam Mukhtashar Tafsir Ibn Katsir, menyebutkan beberapa keistimewaan bangsa Quraisy, di antaranya negara yang aman untuk tempat tinggal suku Quraisy, kemuliaan kaum dan penduduk Makkah di antara manusia lain, tempat berdirinya Ka'bah, dan penghormatan manusia kepada bangsa Quraisy. Kemuliaan suku Quraisy juga digambarkan dalam hadis Rasulullah saw, yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah memilih Ismail menjadi anak Ibrahim dan Dia telah memilih keturunan Kinanah menjadi keturunan Ismail dan Dia telah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah dan Dia telah memilih Hasyim dari Quraisy, dan Dia telah memilih aku dari keturunan Hasyim." HR at-Turmudzi dari Watsilah bin al-Asqa. Selain itu, dalam hadits lain disebutkan, "Dari Anas RA, Nabi saw bersabda, "Para imam pemimpin itu dari Quraisy. Jika mereka memerintah, mereka adil. Jika berjanji, mereka memenuhinya, dan jika mereka diminta belas kasihan, mereka akan berbelas kasih. Siapa saja di antara mereka yang tidak berbuat demikian, maka dia akan mendapatkan laknat Allah, laknat para malaikat, dan laknat seluruh manusia. Tidak dapat diterima taubat dari mereka dan tidak diterima pula tebusan azab dari mereka." HR. BUkhari dalam Al-Anbiya', Abu Daud, dan Imam Ahmad. Karena itulah, dengan keistimewaan tersebut, Allah memerintahkan kaum Quraisy untuk mensyukuri seluruh anugerah-Nya dengan hanya menyembah Allah. Perintah ini terdapat dalam penggalan ayat terakhir surah al-Quraisy. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Khaliddilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Ikatan yang mulia ini “dilepas sejenak” ketika berada dalam organisasi atau perkumpulan di luar Islam dengan alasan demi menjaga keutuhan ikatan/persaudaraanBanyumas - Mayoritas umat Islam tahu bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan dari bani Hasyim suku Quraisy, satu kabilah yang mendiami sebuah kawasan di Makkah. Meski kerap digambarkan permusuhannya terhadap Nabi sebelum fathul Makkah, namun bagaimanapun Quraisy adalah suku yang sangat mulia, lebih dari suku-suku lain di Jarzirah Arab bahkan dunia, kala itu. Suku ini lah yang melahirkan makhluk paling mulia, Rasulullah SAW. Sementara, Allah menjamin garis keturunan Nabi Muhammad, sejak Nabi Adam dipilih dari terbaik dari yang paling baik. Kematian Tragis Mahsa Amini dan Jilbab dalam Pandangan KH Quraisy Shihab Strategi Jitu Perang Badar, Kisah Umat Islam Kalahkan Kekuatan Besar Pasukan Quraisy Fenomena Crazy Rich Gemar Pamer Harta, di Zaman Rasulullah SAW Suku Quraisy Bahkan Pamer Kuburan Al-Qur'an mengabadikan suku Quraisy dalam surah Quraisy لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ 1 إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ 2 فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ 3 الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ 4 Li-iilaafi quraisyin iilaafihim rihlatasy syitaa-i wash shaif. Falya’buduu rabba haadzaal baitil ladzii ath’amahum min juu’in wa aamanahum min khauf. Artinya “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy 1; yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas 2; Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini Ka’bah, 3; yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan 4.” Saksikan Video Pilihan IniPenjemputan Pasien Covid-19 Klaster Salat Tarawih Desa Pekaja BanyumasKemuliaan Suku QuraisyIlustrasi - Perumahan Bani Hasyim dalam peristiwa pengasingan Nabi dan kabilahnya oleh suku Quraisy. Foto Tangkapan layar film The MessengerMengutip Republika, Nabi SAW berkata, turunnya surah al-Quraisy [106] ayat 1-4, adalah cara Allah memuliakan suku Quraisy karena kebiasaan mereka melakukan perdagangan pada musim dingin dan musim panas. Maksudnya adalah, kebiasaan itu, membuat mereka mampu hidup di saat musim-musim sulit di negeri dan di daerah lain. Kemuliaan suku Quraisy ini juga disebutkan Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Muslim. ''Sesungguhnya Allah memuliakan Kinanah di atas Bani Ismail dan memuliakan Quraisy di atas Kinanah, dan memuliakan Bani Hasyim di atas Quraisy, dan memuliakan Aku Muhammad di atas Bani Hasyim." Suku Quraisy pada saat diberitakan dalam Al-Qur'an, secara tak langsung telah mengenal kebiasaan mendatangkan barang impor dan mengirimkan barang ekspor. Mereka telah melakukan kegiatan hubungan dagang internasional. Pada musim dingin Asy-Syita` mereka pergi ke wilayah Yaman. Di tempat ini, mereka mengambil barang dagangan berupa kain sutera, barang pecah belah, rempah-rempah, bahan kapur barus, dan lainnya untuk kemudian dikirim ke Syam Suriah sekarang pada saat musim panas ash-sha`if untuk dijual. Demikian sebaliknya, mereka mengambil barang dagangan berupa gandum untuk bahan membuat roti dan buah-buahan dari Syam kemudian dibawa ke Yaman untuk di jual. Ungkapan asy-syita` dan sha'if berarti perjalanan yang biasa dilakukan oleh kaum Quraisy pada waktu itu untuk melakukan perdagangan. Daerah-daerah yang mereka jadikan tujuan atas perjalanan itu adalah Yaman di bagian selatan dan Syam di bagian utara kota Makkah. Profesi hingga Kepemimpinan Suku QuraisyIlustrai- Kafilah pengendara unta di padang pasir. Foto Tangkapan layar film The MessengerKota Makkah yang menjadi tempat tinggal suku Quraisy dijadikan semacam kota transit lintasan dagang. Dalam Syaamil Al-Qur'an disebutkan, kebiasaan berdagang suku Quraisy ini merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dan menjadi pekerjaan utama. Mereka ini sangat terkenal dengan perdagangannya. Karena itu, tak heran bila penyebaran Islam pun ke berbagai pelosok negeri, juga melalui perdagangan ini. Sementara itu, pekerjaan lainnya seperti beternak unta, domba, dan sebagian kecil kuda, serta pertanian, baru dilakukan setelah sebagian suku Quraisy tak memiliki pekerjaan lain karena keterbatasan modal dan ekonomi. Selain kemuliaan ini, dalam hadis lain disebutkan, ''Dari Anas RA, Nabi SAW bersabda, 'Para Imam pemimpin itu dari Quraisy. Jika mereka memerintah, mereka adil. Jika berjanji, mereka memenuhinya, dan jika mereka diminta belas kasihan, mereka akan berbelas kasih. Siapa saja di antara mereka yang tidak berbuat demikian, maka dia akan mendapatkkan laknat Allah, laknat para malaikat, dan laknat seluruh manusia. Tidak dapat diterima taubat dari mereka dan tidak diterima pula tebusan azab dari mereka'.'' HR Bukhari dalam Al-Anbiya', Abu Daud, dan Imam Ahmad. Dalam riwayat Ibnu Syihab disebutkan, Nabi SAW berkata, ''Persilakan Quraisy tampil ke depan untuk memimpin dan janganlah kalian mendahuluinya ke depan. Belajarlah dari Quraisy dan jangan mengajari mereka.'' ''Kalian adalah manusia yang paling layak memegang urusan pemerintahan ini selama kalian berada dalam kebenaran. Apabila kalian menyimpang dari kebenaran, maka kalian akan dikupas habis sebagaimana kulit kayu dikupas.'' Sunan Al-Baihaqi Juz 9 hlmn 144, diriwayatkan dari Atha' bin Yasar. Wa Allahu a'lam. Tim Rembulan* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
- Nabi Muhammad dilahirkan dari sebuah klan yang biasa disebut Bani Hasyim. Nama ini dinisbatkan kepada primus inter pares klan, yaitu seseorang bernama Hasyim. Secara silsilah Hasyim merupakan kakek buyut Nabi lagi ke cabang atas keluarganya, Hasyim adalah putra Abdul Manaf, seseorang yang sangat dihormati di Makkah. Sementara ayahanda Abdul Manaf, Qusai, seturut beberapa sumber tradisional, berasal dari sebuah lembah di Makkah yang paling dekat dengan tempat peribadatan kemungkinan besar Kakbah. Maka nama genealogis Nabi Muhammad bisa dijabarkan sebagai berikut Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusai—seperti sering kita dengar dalam acara Maulid Nabi di Hasyim merupakan bagian dari suku Quraisy. Suku ini diperkirakan menetap di Makkah sejak pertengahan abad ke-5. Sumber-sumber tradisional Arab menyatakan asal-usul suku Quraisy bisa dilacak dari seseorang bernama Fihr bin Malik yang diperkirakan hidup pada abad ke-3. Qusai adalah keturunan ke-6 dari Fihr. Hampir semua sumber tradisional Islam dari abad pertengahan sepakat Qusai adalah orang yang menyatukan suku Quraisy yang terpecah belah sepeninggal Fihr. Sejarawan Peters dalam Muhammad and the Origins of Islam 1994 16 menegaskan hal itu. “Sementara itu para keturunan Ismail tersebut, yang dinamakan Quraisy, pada umumnya hidup tersebar dalam pemukiman yang terserak’ … semua sumber menyebut bahwa Qusai adalah orang pertama dari bani Kinanah yang meraih kepemimpinan, dan yang menyatukan sukunya, Quraisy,’” tulis Peters. Qusai kemudian menjadi sangat disegani dan mendapat tempat terhormat di kalangan suku Quraisy. Apalagi ia punya pengalaman berkelana yang cukup panjang. Menurut beberapa legenda, Qusai telah melakukan perjalanan ke Suriah dan membawa berhala Lata, Uzza, serta Manat ke Makkah. Di kota itu dia menabalkan dewa Hubal sebagai sesembahan dan memasang patungnya di Quraisy Mengambil Alih Sebagaimana diceritakan Karen Armstrong dalam Muhammad Sang Nabi Sebuah Biografi Kritis 2011 71, suku Quraisy kemudian berhasil mengambil alih Kakbah dari tangan suku Khuza’ah yang bertahun-tahun menjadi penjaga “rumah suci” itu dan dianggap gagal menjalankan amanat leluhur. Konon orang-orang Quraisy berhasil mengusir para Khuza’ah lewat “kampanye yang menggabungkan tipuan dan kekuatan.”Sejak itu mereka semakin kuat. Pada saat bersamaan arus perdagangan di Makkah juga kian meningkat. Kota ini memang tidak ideal bagi produksi pertanian, tapi sangat strategis sebagai kawasan niaga. Daya tarik Kakbah sebagai pusat ziarah spiritual turut berandil memajukan perekonomian kota. Dalam kata-kata Armstrong, “[Kakbah] menciptakan suatu iklim yang amat menyenangkan untuk perdagangan” hlm. 72. Suku Quraisy juga berhasil menjaga kota Makkah tetap stabil. Para elite Quraisy menjalin kerja sama dan membangun persekutuan dengan beberapa suku badui penggembala di sekitar Makkah. Dengan aliansi itu, para saudagar dan peziarah terjamin keamanannya. Paling tidak, mereka bisa terbebas dari penyerbuan atau penjarahan yang kerap dilakukan suku-suku badui di semenanjung Arab. Reputasi Quraisy, karena itu, semakin melejit di antara suku-suku besar lain di jazirah Arab. Hampir tidak ada suku yang berani mengganggu Makkah dan mereka biasanya segan untuk berperang melawan Quraisy. Dengan faktor-faktor tersebut, Makkah di bawah kendali para keturunan Qusai menjadi entitas politik non-kerajaan terkuat di semenanjung Arab. “Menanamkan sifat kenegarawanan yang cerdik dan penuh perhitungan, yang disebut hilm, suku Quraisy menjadi kekuatan terbesar di Arabia selama abad ke-6,” lanjut Armstrong. Tapi sekuat apapun mereka, Makkah tetaplah hanya sebuah kota dan bukan kerajaan negara. Bahkan secara politik mereka pun sangat terfragmentasi. Tidak ada klan yang amat dominan dan masing-masing klan saling berebut pengaruh serta berlomba-lomba mengejar kekayaan. Sementara di sekelilingnya, ada tiga imperium yang bisa menerkam kapan saja. Hal itu membuat suku Quraisy sangat berhati-hati dalam melakukan langkah-langkah politik. Apalagi setelah Abrahah dan pasukannya hampir menyerbu Makkah. Maka, dalam kondisi macam itu, di masa kelahiran Nabi Muhammad, hasrat politik suku Quraisy cuma satu mempertahankan independensi Makkah sembari terus menumpuk pundi-pundi kekayaan.==========Pada Ramadan tahun ini redaksi menampilkan sajian khusus bernama "Tarikh" yang ditayangkan setiap menjelang sahur. Rubrik ini mengambil tema besar tentang sosok Nabi Muhammad sebagai manusia historis dalam gejolak sejarah dunia. Selama sebulan penuh, seluruh artikel ditulis oleh Ivan Aulia Ahsan Redaktur Utama dan pengajar di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta. - Sosial Budaya Penulis Ivan Aulia AhsanEditor Irfan Teguh
Foto Andhika A/detikcom/Kisah Kesabaran Dakwah Nabi Muhammad SAW Hadapi Kafir Quraisy. Jakarta -. Nabi Muhammad SAW menerima wahyu kerasulan pertama kali saat menjelang usia 40 tahun. Wahyu Berikut ini ada 3 tiga alasan yang menjadi Sebab alasan kaum Quraisy menentang ajaran Islam mereka menolak keras ajaran Muhammad SAW, antara lain sebagai berikut 1. Takut hilangnya kekuasaan. Kaum kafir Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Di masa itu terjadi perebutan kekuasaan antar suku. Mengapa kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW? Mendengar jawaban dari keponakannya tersebut, Abu Thalib merasa terharu, dan kemudian berkata; “Teruskanlah, demi Allah aku akan terus membelamu.” Karena langkah awal yang digunakan merasa gagal, kaum Quraisy kemudian menggunakan langkah selanjutnya untuk menentang dakwah Rasulullah saw. Mengapa Umayyah bin Khalaf menentang dakwah Rasulullah? Mereka menentang Rasulullah karena faktor ekonomi dan status sosial. Mereka khawatir jika memeluk agama Islam, maka ekonomi dan status ekonomi yang selama ini melekat pada mereka akan memudar. Umayyah bin Khalaf Al-Jumahi adalah satu dari mereka yang menentang dakwah Rasulullah karena motif ini. Ketiga, setia dengan agama nenek moyang. Mengapa kaum Quraisy menolak dakwah Rasulullah? Mereka percaya bahwa menyembah berhala adalah ajaran terbaik yang diwariskan oleh nenek moyang. Kaum Quraisy yang menolak dakwah Rasulullah karena alasan ini adalah Abu Jahal dan Ash bin Wail. 4. Perasaan iri, dengki, dan angkuh Salah satu sebab kaum Quraisy menolak ajaran Islam adalah perasaan sombong dan tinggi hati mengikuti kebesaran Allah SWT dan rasulNya. Sebab itu mereka mengambil sikap opsisi dan menentang ajaranNya. Kenapa dakwah Nabi Muhammad ditentang oleh kaum kafir Quraisy? Berikut adalah dua alasan mengapa kaum kafir Quraisy menolak serta menentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW FANATISME BUTA terhadap ajaran nenek moyang. KEANGKUHAN dan kesombongan, serta ketidakmampuan membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mengapa kaum Quraisy berusaha menentang dan menghalangi dakwah Nabi Muhammad? Orangorang kafir Quraisy beranggapan bahwa tunduk kepada seruan Nabi Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muttalib. Mereka tidak menginginkan semua ini. 2. Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. Persamaan hak ini tidak sejalan dengan pemikiran bangsawan Quraisy. Sebagaimana yang banyak diketahui dari catatan para ahli sejarah Islam, bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW di angkat menjadi Nabi dan Rasul, beliau merupakan orang yang dipercaya di tengah-tengah masyarakat makkah waktu itu. Akan tetapi setelah masyarakat makkah mendengar kalau nama Muhammad Saw itu di angkat menjadi Nabi, kemudian membawa ajaran Islam Tauhid, maka sikap dan perilaku masyarakat Makkah berbanding terbalik menjadi membenci dan menentang keras ajaran yang di bawa Nabi Saw tersebut. Berikut ini ada 3 tiga alasan yang menjadi penyebab alasan kaum Quraisy menentang ajaran Islam mereka menolak keras ajaran Muhammad SAW, antara lain sebagai berikut 1. Takut Hilangnya Kekuasaan Kaum kafir Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Di masa itu terjadi perebutan kekuasaan antar suku. Dengan mengikuti ajakan Muhammad mereka menganggap bahwa mereka mengakui kekuasaan Muhammad. Mereka menganggap bahwa dengan mengikuti ajaran Muhammad maka telah tunduk kepada Nabi Muhammad dan Bani Hasyim. 2. Takut Hilangnya Status Sosial Masyarakat Quraisy saat itu hidup dalam penggolongan-penggolongan status sosial atau kasta. Ada kaum majikan dan ada kaum budak. Budak yang dimiliki seseorang adalah golongan yang berkasta rendah. Mereka bisa diperjual belikan dan hak-haknya sebagai manusia tidak dihargai sama sekali. Para pembesar Quraisy pada umumnya memiliki status sosial tinggi. Mereka keberatan jika status sosial mereka disamakan dengan yang lain. Sementara Islam mengajarkan kepada manusia untuk saling menghargai satu sama lain sebab derajat manusia adalah sama, yang membedakannya di sisi Allah hanyalah tingkat ketaqwaannya saja. Oleh karena itu kaum kafir Quraisy menentang ajaran Islam. 3. Takut Hilangnya Perdagangan Terutama Perdagangan Patung Orang kafir quraisy adalah masyarakat penyembah berhala. Membuat berhala merupakan mata pencaharian masyarakat ketika itu. Mereka membuat berhala Latta, Uzza, Manat dan Hubbal kemudian dijual kepada orang-orang yang mengunjungi kakbah yang nantinya dijadikan sesembahan. Sementara itu Islam mengajarkan bahwa manusia hanya menyembah Allah semata dan tidak boleh menyembah selain Allah. Jika mereka mengikuti ajaran Islam maka mereka khawatir kalau mata pencahariannya sebagai pembuat patung tersebut akan hilang. Itulah tiga alasan utama penyebab kaum Quraisy Makkah menentang ajaran Dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah Ketika Rasulullah mulai melancarkan kegiatan dakwahnya secara terang-terangan di tengah-tengah tempat kaum Quraisy berkumpul, dan mengajak mereka untuk masuk Islam, bahkan beliau melakukan shalat di sisi Ka'bah. Orang-orang kafir yang tidak suka dengan ajaran Islam semakin membenci ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Lalu, kaum kafir Quraisy menghambat dan menghalangi dakwah Rasulullah melalui berbagai cara diantaranya 1. Penghinaan, ancaman dan siksaan terhadap Rasulullah SAW Rasulullah saw dihina sebagai orang gila, tukang sihir, anak celaka dan lain-lain dengan sebutan penghinaan. Suatu saat Rasul pernah dilempari kotoran domba, rumah beliau juga dilempari sampah dan kotoran. Untuk mencelakakan beliau, pernah diletakkan duri yang tajam di depan rumahnya, juga tindakan-tindakan lain yang sangat menyakitkan. 2. Penghinaan, ancaman dan aiksaan terhadap pengikut Rasulullah SAW Misalnya penghinaan dan penyiksaan yang ditimpakan kepada Bilal oleh majikannya. Ia dijemur di tengah terik matahari sambil dilempari batu. Tidak puas, majikannya pun mencambuknya dan menimpakan batu yang besar di tubuh bilal. Bilal kemudian diselamatkan oleh Abu Bakar dengan cara dibelinya dari majikannya dengan harga yang sangat tinggi. Contoh lain penyiksaan keji yang dilakukan kafir Quraisy adalah siksaan yang ditimpakan kepada Ayah dan ibu Ammar bin Yasir, mereka dibunuh dan bahkan ditusuk jantungnya oleh Abu Jahal. Sahabat lainnya yang mendapatkan perlakuan sama adalah Zamirah yang matanya dicungkil hingga buta. Kekejian mereka juga menyebabkan Hibab terbelah tubuhnya karena ditarik oleh dua ekor unta yang berlawanan arah. 3. Bujukan harta, kedudukan dan wanita Langkah ini dilakukan oleh kafir Quraisy dengan mengutus Utbah bin Rabi'ah untuk membujuk Rasulullah SAW dengan harta dengan janji berapapun Nabi meminta maka akan diberikan. Bahkan mereka membujuknya untuk menjadikan Nabi sebagai raja dan diiming-imingi wanita-wanita yang tercantik di seluruh Arab asalkan Rasulullah menghentikan kegiatannya menyebarkan agama Islam. Namun semuanya ditolak oleh Rasulullah. 4. Membujuk Nabi untuk bertukar sesembahan Kafir Quraiys menawarkan kepada Nabi untuk saling bertukar sesembahan. Dimana mereka meminta Nabi untuk menyembah tuhan Latta dan Uzza dalam beberapa hari, untuk kemudian mereka bersedia menyembah Allah. Namun usaha ini ditolak Nabi melalui firman Allah dalam QS. Al-Kafirun ayat 1-3. 5. Membujuk dan memprovokasi Abu Thalib Tindakan langsung terhadap Nabi selalu menghadapi kegagalan, maka kafir Quraisy mulai beralih untuk mempengaruhi dan membujuk paman Nabi Abu Thalib agar memerintahkan Nabi berhentik berdakwah. Mereka memprovokasi dengan memberikan ganti Rasulullah dengan seorang pemuda yang gagah dan ganteng, dengan syarat Abu Thalib tidak menghalangi mereka membunuh Nabi. Namun usaha mereka ditolak mentah-mentah oleh Abu Thalib. Provokasi lainya adalah membujuk Abu Thalib dengan pernyataan bahwa Nabi telah membawa ajaran yang bertentangan dengan ajaran para pendahulu dan nenek moyang bangsa Arab. Taktik ini juga gagal. Bahkan Nabi mengatakan "Seandainya matahari di letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti menyampaikan dakwah sehingga berhasil atau aku mati karenanya". 6. Menghasut masyarakat Mekkah Upaya lain yang dilakukan kafir Quraisy untuk merintangi dakwah Nabi adalah dengan memempengaruhi masyarakat Quraisy untuk tidak mendengarkan dakwah atau bacaan-bacaan al-Qur'an, karena disebutkan oleh mereka sebagai jampi-jampi yang membuat mereka tertenung. Selain itu, mereka juga mengancam untuk tidak segan-segan membuat mereka sengsara atau bahkan dibunuh jika mengikuti ajaran Nabi Saw. 7. Pengasingan dan pemboikotan Bani Hasyim dan Bani Muthallib Upaya ini merupakan upaya yang sangat menyengsarakan kaum Muslimin. Kafir Quraisy melarang siapapun untuk berinteraksi dengan Bani Hasim dan Bani Mutahllib, melakukan transaksi jual beli, menikahi atau dinikahi, menengok yang sakit atau menolong mereka. Pemboikotan ini dituliskan dalam selembar pengumuman yang ditempelkan di pintu gerbang masuk Ka'bah, sehingga semua orang tahu dengan ancaman berat bagi mereka yang melanggarnya. 8. Mempengaruhi pimpinan Negara-negara tetangga untuk menolak kehadiran Islam Ini dilakukan misalnya ketika sebagian sahabat Nabi hijrah ke Habsy. Kafir Quraisy datang menghadap raja mereka yang beragama Nashrani dan menjelaskan tentang ajaran Islam dengan tidak benar. Namun, ketika dikonfrontir dengan umat Islam yang dijurubicarai oleh Ja'far, akhirnya mereka kalah dan raja Habysi memberikan jamainan keamanan kepada umat Islam untuk hidup tentram di pembahasan tentang penyebab kaum Quraisy Makkah menolak ajaran Islam. Bacajuga: Isi Piagam Madinah, Dokumen Perjanjian Kaum Muslimin dan Yahudi. Secara umum terdapat 5 poin penting dalam isi Piagam Madinah sebagai perjanjian antara kaum muslimin dengan penduduk Madinah lainnya. Adapun diantaranya ialah: ADVERTISEMENT. Kesetaraan umat di Madinah, tanpa memandang latar belakang agama ataupun ras.