MewujudkanIndonesia Maju di Tengah Tantangan Global. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. SUNGGUH merupakan suatu kehormatan besar bagi saya pribadi, juga sebagai Ketua Umum Partai NasDem yang kini mendapat penghargaan dari Ikatan Alumni (ILUNI) Program Studi Pascasarjana Universitas Indonesia menyampaikan beberapa pokok pikiran tentang
Perubahan Sosial ialah salah satu analisis sosiologi yang amat dinamis, adanya hal ini karena perubahan selalu saja terjadi dan terkadang memang tidak dapat kita dihindari. Perubahan sosial juga berbeda dengan perubahan yang lain yang membuatnya berbeda dengan perubahan yang lain ialah perubahan sosial ini lebih mengutamakan perubahan pada aspek kultural dan budaya serta dari aspek yang struktural atau bisa juga disebut dengan struktur masyarakat dan memiliki dampak pada kehidupan sosial. Pengertian Perubahan SosialCiri-Ciri Perubahan Sosial1. Terjadi Di mana-mana2. Dilakukan Secara Sengaja3. Berkelanjutan4. Imitatif5. Hubungan KausalitasDampak Perubahan SosialDampak PositifDampak NegatifContoh Perubahan Sosial Perubahan Sosial Apa yang dimaksud dengan Perubahan sosial? yakni sautu kajian sosiologi yang sangat dinamis, mengapa demikian? hal ini disebabkan karena perubahan ini kerap terjadi, bahkan seringkali tidak dapat dihindari. Bentuk dari perubahan memiliki perbedaan terhadap beberapa macam perubahan lainya. Dimana bentuk dari pada perubahan ini lebih menjelaskan adanya suatu perubahan yang terjadi dalam aspek budaya atau kultural dan juga terhadap struktural dari sejumlah masyarakat, dan memiliki dampak atau efek di dalam kehidupan sosial. Ciri-Ciri Perubahan Sosial Perubahan Sosial 1. Terjadi Di mana-mana Dalam hal ini artinya berlangsungnya perubahan ini bisa dimana saja, masyarakat pedesaan dan juga perkotaan. Namun dalam hal ini secara umum pada masyarakat yang masih tradiosional akan mengalami perubahan lebih lambat dibandingkan dengan masyarakat modern. 2. Dilakukan Secara Sengaja Dalam hal ini biasanya berlangsungnya perubahan tersebut memang dilakukan dilakukan dengan secara sengaja, meskipun terkadang memang perubahan bisa terjadi tanpa adanya sebuah unsur kesengajaan. 3. Berkelanjutan Dalam hal ini artinya secara umum perubahan sosial kerap terjadi yang secara berkelanjutan. Jadi ini artinya masyarakat akan senantiasa selalu mengalami perkembangan atau perubahan, baik cepat atau lambat. 4. Imitatif Kemudian dengan adanya sifat Imitatif atau menirukan sesuatu adalah merupakan salah satu karakteristik yang berikutnya. Artinya masyarakat akan selalu mengalami perubahan karena adanya dorongan dari masyarakat lainnya yang semakin maju berkembang. 5. Hubungan Kausalitas Dalam hal ini artinya perubahan sosial tersebut dapat berlangsung karena disebabkan aspek material atau imaterial yakni adanya suatu hubungan yang sifatnya timbal balik, jika hal tersebut dapat menguntungkan salah satu pihak atau untuk kedua belah pihak. Dampak Perubahan Sosial Dampak Positif Banyak bermunculan sejumlah hasil penemuan baru yang bisa mendukung segala aktifitas dari pada manusia. Misalnya saja seperti adanya penemuan dalam bidang teknologi seperti komputer, internet dan kemudian disusul dengan adanya alat komunikasi canggih sepeti ponsel banyak bermunculan beberapa norma dan nilai yang baru dan hal tersebut dianggap sangat relevan. Dampak Negatif Dengan adanya perubahan yang cepat bisa mengakibatkan munculnya anomie, yakni seperti suatu kondisi dimana nilai yang lama sudah tidak lagi dianggap relevan, namun nilai baru pembentukan belum terjadi. Sehingga dengan demikian seluruh manusia akan kehilangan nilai yang seharusnya menjdai dampak lainnya adalah manusia atau masyarakat akan mengalami kemunduran moral. Contoh Perubahan Sosial Perubahan Sosial Banyak sekali contoh perubahan sosial yang dapat kita temui diantaranya adalah sebagai berikut 1 Pertanian semakin berkembang nya zaman banyak sekali para petani yang memanfaatkan perubahan sosial dengan cara meningkatkan kapasitas dibidang teknologi sehingga membuat para petani lebih mudah mengerjakan pekerjaan nya contoh nya seperti membajak sawah. 2. Komunikasi sebelum berkembang nya teknologi informasi dan komunikasi zaman dulu orang berkomunikasi dengan cara surat – menyurat. Berbeda dengan sekarang semakin berkembang nya perubahan sosial dimasyarakat termasuk di Indonesia kini kita menggunakan Handphone yang bisa berkomunikasi melalui WhatsApp, Instagram, dan lain-lain. 3. Transportasi Zaman dulu orang berpergian dengan cara menggunakan hewan contoh nya seperti kereta kencana. Namun kini terjadi perubahan sosial yang semakin canggih banyak transportasi yang sering kita jumpai yaitu transportasi pribadi maupun transportasi online. 2. Pakaian Saat ini Modernisasi kerap terjadi sudah banyak masyarakat yang mengubah cara berpakaian mereka. Dulu masyarakat memakai baju tradisional atau juga baju adat dari masing-masing daerah, nah sekarang mereka kerap memakai baju yang lebih modern karena mengikuti trend atau bisa juga sesusai yang mereka suka . 4. Model Rambut saat ini zaman semakin trend banyak pelajar wanita maupun pria meniru model rambut para arti-artis yang di sukainya mulai dari warna maupun model rambut sehingga bisa membuat mereka menjadi sorotan. Namun, butuh pengawasan agar cara yang mereka lakukan tidak menimbulkan hal yang tidak baik. 5. Permainan zaman dulu anak-anak lebih sering memainkan berbagai permainan tradisional dan juga bermain secara langsung. Berbeda dengan sekarang kini anak-anak lebih banyak bermain menggunakan gadget dengan permainan modern atau yang sekarang lebih trend yaitu game online. 6. Kepercayaan dulu masyarakat lebih percaya dengan hal-hal mistis, tetapi sekarang masyarakat sudah memiliki kepercayaan yang dianut masing masing. 7. Gaya Hidup semakin berkembangnya zaman , gaya hidup berbeda dengan zaman dulu mulai dari cara berpakaian, tempat nongkrong, beragam wisata, pendidikan dan masih banyak lagi. 8. Tempat tinggal dulu banyak rumah daerah yang masyarakat tempati namun sekarang hampir jarang kita jumpai. Kini masyarakat sudah banyak berpaling ke rumah yang lebih modern dan megah baik itu rumah pribadi maupun rumah apartemen. 9. Pendidikan sepertinya dibidang pendidikan banyak sekali terjadi perubahan sosial karena adanya teknologi yang semakin canggih. Saat ini sistem pembelajaran pun dapat melalui dari bermacam-macam media online. Banyak sekali wawasan yang dapat kita temui di dunia internet. 10. Budaya sepertinya budaya juga banyak terjadi perubahan sosial karena dulu tidak ada perayaan di Indonesia seperti valentine, Party, perayaan menjelang tahun baru, merayakan ulang tahun dan lainnya. 11. Ekonomi Ekonomi adalah termasuk aspek penting dalam bentuk suatu negara. Perubahan nya terdapat dalam sektor ini ialah banyak sekali masyarakat sekarang yang memilih liburan, prewedding ke luar negeri lebih gemar produk luar negeri dibandingkan dalam negeri. 12. Emansipasi Wanita zaman dulu wanita hanya menjadi ibu rumah tangga tugasnya hanya mengurus rumah, namun sekarang peran wanita bisa diterima dan bisa melakukan apa saja yang wanita inginka. Banyak wanita karir yang sekarang menjadi wanita sukses. 13. Musyawarah Pada tahun 1900 an masyarakat Indonesia lebih memilih untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Seluruh warga yang datang masing-masing memberikan pendapat dan pertimbangan. Kemudian Pemimpin yang akan mengambil keputusan dari mufakat bersama. Tetapi, kegiatan musyawarah ini pada tahun 2000 an mulai memudar karena masyarakat lebih memilih untuk menyelesaikan masalah secara individu. 14. Pekerjaan Perubahan sosial juga terjadi pada suatu pekerjaan dengan sebagian masyarakat Indonesia. Dulu mata pencaharian mereka kebanyakan hanya bekerja sebagai Petani, Nelayan, Buruh, karyawan atau juga pedagang. Namun kini banyak sekalibermacam-macam pekerjaan contohnya saja seperti Web designer, Blogger profesional, Penerjemah buku, dan lain sebagainya. 15. Makanan Sektor makanan juga banyak mengalami perubahan sosial. Jika dulu masyarakat Indonesia lebih sering memakan makanan tradisional. Namun kini kurang diminati masyarakat karena adanya makanan modern yang cepat saji didalam negeri maupun luar negeri. 16. Sopan santun Sopan santun juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan juga kondisi di sebuah keluarga, sehingga dapat merubah sopan santun seorang Individu. Yang dulu nya mempunyai etika yang baik sekarang mulai memudar dan hilangnya rasa hormat. 17. Masyarakat Yang Semakin Kritis Bertepatan kepopuleran teknologi informasi masa kini, Segala informasi semakin mudah kita temui melalui media cetak ataupun digital. Akan tetapi untuk memperoleh dampak positif pada perubahan sosial, perkembangan tersebut harus tergarap agar informasi yang di dapat sesuai dengan fakta yang terjadi. Itu saja yang dapat sampaikan, semoga serangkaian ulasan diatas bisa bermanfaat. Baca Juga KesimpulanMakna Sila Ke 3Kalimat Langsung
BentukKehidupan sosial yang dahulu dianggung-agungkan sekarang mulai tidak lagi tersentuh. (Kartini Kartono 1980). Perubahan-perubahan yang terjadi seperti yang telah terurai di atas, dampak berikutnya adalah banyak terjadi kejahatan, gelandangan, pengemis, urbanisasi meningkat, busung lapar, kekezaman antara kelompok seperti didaerah
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Perubahan besar di era digital, teknologi dan internet telah membawa pengarubh di berbagai bidang kehidupan, termasuk politik dan masyarakat. Perubahan digital bagi masyarakat membuka peluang baru untuk berexplorasi dalam berbagai kegiatan politik dan sosial. Partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik dan sosial sangat penting untuk membangun masyarakat yang inklusif dan sosial terjadi sebagai akibat dari perubahan teknis dan budaya. Perubahan ini memiliki implikasi yang kompleks bagi masyarakat. Dalam hal ini, peran pemerintah dalam membangun masyarakat yang inklusif sangat penting. Negara harus berpartisipasi untuk masyarakat dalam menciptakan kondisi yang aman di kegiatan politik dan bantuan teknologi dan internet, partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik dan sosial dapat terwujud. Teknologi dan Internet memberi orang kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan politik dan sosial. Keterbukaan dan transparansi informasi dalam pengambilan keputusan politik juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik dan sosial. Namun, ada juga risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi dan Internet. Risiko ini termasuk penipuan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi palsu. Sehingga masyarakat itu penting dalam mempunyai keterampilan digital yang baik agar mereka dapat memahami informasi yang mereka terima dan memilih informasi yang tepat. Dalam membangun masyarakat yang inklusif, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama. Pemerintah harus memberikan akses yang mudah dan terbuka kepada masyarakat untuk kegiatan politik dan sosial. Pada saat yang sama, orang membutuhkan keterampilan digital yang baik untuk dapat menggunakan teknologi dan internet secara bermakna dan produktif. Di era digital, perubahan sosial dan politik terus berlanjut. Segingga , masyarkarakat dan apparat pemerintah diharapkan terus beradaptasi dan membangun masyarakat yang inklusif dan demokratis. Perubahan politik dan perubahan sosial dapat memberikan dampak positif apabila dilaksanakan secara bijak dan bertanggung jawab. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Zamankehidupan pertengahan, berlangsung sejak kira - kira 140 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini, kehidupan di bumi makin berkembang. Binatang - binatang mencapai bentuk tubuh yang besar sekali. Kita mengenalnya sebagai Dinosaurus. Disamping itu, juga mulai muncul berbagai jenis burung.
- Kehidupan manusia selalu berkembang dan berubah. Orang yang tidak beradaptasi akan ketinggalan zaman dan tersingkir dari kemajuan teknologi. Dalam kajian sosiologi, perubahan itu lekat dengan istilah perubahan sosial. Ambisi manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik lagi merupakan pemicu dasar perubahan sosial. Berdasarkan keinginan itu, manusia bergerak merealisasikan ambisinya sehingga menyebabkan hadirnya perubahan sosial. Misalnya, petani di zaman dahulu membajak sawah dengan sapi atau kerbau. Menggunakan binatang untuk mengolah lahan tidak selalu efektif sebab sapi dan kerbau tidak bisa dipakai sepanjang waktu. Binatang juga harus istirahat dan tak bisa dipaksa tenaganya. Akhirnya, manusia menciptakan mesin traktor sebagai inovasi baru untuk membajak sawah. Dengan mesin traktor, para petani dapat menghasilkan panen lebih besar lagi, tidak bergantung pada tenaga sapi atau kerbau. Perubahan besar dari penggunaan hewan sebagai tenaga pembajak sawah ke mesin traktor merupakan salah satu contoh perubahan sosial di kalangan petani di Indonesia. Definisi Perubahan Sosial Begawan sosiologi Indonesia, Selo Soemardjan mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosialnya. Pengaruh pada sistem sosial ini terdiri dari perubahan nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam suatu masyarakat, sebagaimana dikutip dari Sosiologi Perubahan Sosial di Masyarakat 2020 yang diterbitkan Universitas Negeri Yogyakarta. Berdasarkan contoh perubahan aktivitas membajak sawah dengan hewan hingga menggunakan traktor, terjadi perubahan sosial pada komunitas petani di lingkungan masyarakat. Orang-orang kemudian kian sadar bahwa menggunakan hewan secara berlebihan untuk membajak sawah menciderai hak-hak asasi hewan. Kemudian, nilai-nilai kerja di kalangan petani juga berubah. Ada anggapan bahwa menggunakan traktor lebih efektif dan efisien dalam pengolahan sawah. Selain itu, menggunakan hewan untuk membajak juga dianggap sudah ketinggalan zaman. Definisi lain dari perubahan sosial disampaikan oleh Moore menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam struktur sosial masyarakat. Perubahan itu terjadi pada pola-pola perilaku dan interaksi sosial dalam masyarakat tersebut. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Perubahan sosial tidak terjadi begitu saja. Setidaknya, terdapat dua faktor pemicu munculnya perubahan sosial, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berikut ini penjelasan mengenai dua faktor penyebab perubahan sosial, sebagaimana dikutip dari Kemdikbud. A. Faktor Internal Penyebab Perubahan Sosial Perubahan sosial terjadi karena faktor-faktor berkembang dalam masyarakat itu sendiri internal. Interaksi sesama anggota kelompok melahirkan perubahan karena pertambahan populasi penduduk, inovasi baru, konflik internal masyarakat, hingga pemberontakan. 1. Pertambahan Populasi PendudukKetika suatu wilayah bertambah penduduknya dengan pesat, terjadi penyesuaian-penyesuaian tertentu sehingga melahirkan perubahan sosial. Misalnya, populasi penduduk yang bertambah, namun tidak diiringi dengan meningkatnya lowongan pekerjaan, maka akan memunculkan banyak pengangguran. Alternatif lainnya, penduduk kemudian melakukan urbanisasi ke kota, perpindahan besar-besaran melalui transmigrasi, dan sebagainya. 2. Inovasi BaruInovasi baru memicu hadirnya perubahan sosial di kalangan masyarakat. Contohnya adalah penemuan traktor yang menggantikan hewan sebagai tenaga pembajak sawah di kehidupan sehari-hari, terdapat banyak sekali inovasi baru yang menggeser cara hidup lama. Misalnya, orang dahulu berkirim surat untuk menyampaikan pesan, kini masyarakat menggunakan ponsel atau gawai pintar untuk berkomunikasi jarak jauh. 3. Konflik Internal MasyarakatKonflik internal dalam suatu masyarakat melahirkan perubahan sosial. Misalnya, konflik antara etnis Dayak dan Madura pada akhir 2000 hingga Februari 2001 yang terjadi di Sampit. Akibat konflik itu, jatuh banyak korban jiwa yang menelan korban 500 orang Madura, serta lebih dari dari mereka mengungsi keluar Sampit. Komunitas masyarakat yang awalnya damai dan tentram di Sampit, namun akibat konflik itu menjadikan orang-orang Madura harus pindah besar-besaran atau mengungsi dari Sampit. B. Faktor Eksternal Penyebab Perubahan Sosial Faktor-faktor eksternal berasal dari luar masyarakat sehingga menyebabkan perubahan sosial. Di antara faktor-faktor eksternal itu adalah perubahan lingkungan alam, wabah penyakit, hingga pengaruh kebudayaan dari masyarakat lain. 1. Perubahan Lingkungan AlamLingkungan alam yang berubah karena bencana gempa bumi, gunung meletus, tsunami, hingga banjir menjadikan kondisi masyarakat berubah. Contohnya, tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumut menelan korban hingga lebih dari 166 ribu orang. Kemudian, banjir Jakarta pada 2008 menjadikan ribuan warga harus mengungsi ke daerah yang lebih aman. 2. Wabah PenyakitPandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara di dunia memicu perubahan sosial besar-besaran. Sebelum pandemi, orang-orang beraktivitas normal seperti biasanya. Akibat pandemi, banyak hal harus mengalami masa pandemi, sekolah yang awalnya tatap muka beralih ke belajar daring. Para karyawan bekerja dari rumah atau work from home WFH. Ratusan ribu karyawan yang bernasib buruk dipecat dan kehilangan pekerjaan mereka karena perusahaan tidak bisa bertahan di masa pandemi. 3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat LainDerasnya arus informasi dari media massa membawa pengaruh masif bagi masyarakat luas. Misalnya, di masa lalu, pemusik tanah air tidak mengenal jenis musik rap. Namun, berkat interaksi langsung atau tidak langsung dengan budaya bangsa lain, terutama terkait musik rap, banyak musisi Indonesia yang mengadopsi jenis musik ini. Mereka juga melakukan penyesuaian sehingga muncul rapper asli Indonesia hingga musik rap berbahasa juga Contoh Perubahan Sosial yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki Teori Sosiologi Menurut Karl Marx, Konflik Sosial Majikan & Buruh - Pendidikan Penulis Abdul HadiEditor Addi M Idhom
lokaltidak lagi berfungsi dalam kehidupan sosial? Bagaimana kira-kira kalau pranata dan atau lembaga tersebut dihidupkan kembali? Hasil analisis ini kemudian dirumuskan dalam bentuk telah terjadi perubahan, baik yang menyangkut konservasi maupun revitalisasi dengan semakin menguatnya kearifan lokal atau diperkenalkannya kearifan lokal baru - Perubahan sosial pasti akan selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian unsur sosial di masyarakat. Sehingga secara langsung maupun tidak, perubahan sosial ini akan menciptakan pola kehidupan baru yang berbeda dengan sederhana, perubahan sosial bisa dipahami sebagai proses yang menghasilkan perbedaan dalam sistem sosial di waktu tertentu. Mengapa dapat terjadi perubahan sosial? Perubahan sosial dapat terjadi karena adanya perubahan pola berpikir, struktur, kehidupan, atau pandangan masyarakat mengenai suatu hal. Menurut Endang Sutisna Sulaema dalam buku Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Teori dan Implementasi 2021, secara teoretis, perubahan nilai dalam masyarakat bisa dipengaruhi sejumlah faktor, yakni Tuntutan modernisasi Kontak dengan budaya luar Perkembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan dan teknologi Munculnya sikap terbuka dan toleransi. Baca juga Dampak Positif dan Negatif Perubahan Sosial Awalnya, perubahan nilai ini hanya terjadi dalam suatu komunitas sosial. Dimulai dari terciptanya gagasan atau ide, seperti cita-cita atau ide itu akhirnya menyebar ke seluruh anggota komunitas, akan menghasilkan perubahan dalam sistem sosial, sebagai akibat dari penerimaan atau penolakan suatu inovasi. Bila perubahan itu diterima, ini akan menimbulkan perubahan sikap, pengalaman, persepsi masyarakat, bahkan refleksi atas perubahan yang yang terjadi. Dikutip dari jurnal Perubahan Sosial Masyarakat Gampong Gunong Meulinteung dari Petani menjadi Pekebun Sawit 2017 karya Aminah dan Effendi Hasan, ada dua faktor penyebab terjadinya perubahan sosial, yakni internal serta eksternal. Faktor internal mencakup demografis kependudukan, penemuan baru, serta konflik internal dalam masyarakat. Sedangkan faktor eksternal datang dari pengaruh lingkungan alam, unsur kebudayaan, peperangan, dan penaklukan yang akhirnya memaksa terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Baca juga Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Budaya di Masyarakat Kesimpulannya, alasan mengapa perubahan sosial dapat terjadi karena adanya perubahan pola pikir, kehidupan, dan struktur dalam kehidupan masyarakat. Perubahan sosial juga terjadi karena faktor internal dan eksternal yang secara langsung maupun tidak, memaksa terjadinya perubahan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Isiatau masalah yang dibahas dalam layanan mediasi adalah hal-hal yang berkenaan dengan hubungan yang terjadi antara individu atau kelompok yang sedang bertikai, yang mencakup : (a) pertikaian atas kepemilikan sesuatu, (b) kejadian dadakan (perkelahian), (c) perasaan tersinggung, (d) dendam dan sakit hati, (e) tuntutan atas hak, dsb. masalah

Web server is down Error code 521 2023-06-13 155455 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6b83cffdda0a60 • Your IP • Performance & security by Cloudflare

Remajamerupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Pada periode ini berbagai perubahan terjadi baik perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial. Periode ini terjadi dengan sangat cepat dan terkadang tanpa kita sadari. Perubahan fisik yang menonjol adalah perkembangan tanda-tanda seks
Perubahan sosial adalah perubahan perilaku, hubungan, lembaga atau struktur sosial yang terjadi akibat ketidaksesuaian diantara unsur-unsur sosial yang saling berbeda karena kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi atau karena adanya difusi atau penemuan-penemuan baru di masyarakat. Perubahan sosial terjadi karena proses yang dialami dalam kehidupan sosial yaitu perubahan yang mengenai sistem dan struktur sosial. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat ada perubahan yang direncanakan, perubahan yang tidak direncanakan, perubahan yang cepat dan perubahan yang lambat. Perubahan sosial pada masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidaklah sama, karena perubahan sosial tidak selalu terjadi pada semua ruang lingkup struktur sosial dalam masyarakat. Perubahan ini menyangkut pada seluruh segmen yang terjadi di masyarakat pada waktu tertentu. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. Berikut definisi dan pengertian perubahan sosial dari beberapa sumber buku Menurut Soekanto 2005, perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah di terima, baik karena kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi mau pun karena adanya di fusi atau pun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Menurut Bungin 2008, perubahan sosial adalah proses sosial yang di alami oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial, di mana semua tingkat kehidupan masyarakat secara suka rela atau dipengaruhi oleh unsur menyesuaikan diri dan menggunakan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang baru. Menurut Muin 2006, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian diantara unsur-unsur sosial yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Menurut Sztompka 2010, perubahan sosial adalah perubahan pola perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada waktu tertentu. Jenis-jenis Perubahan Sosial Jenis perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari hal yang kecil hingga besar, secara cepat maupun lambat, direncanakan maupun tidak. Menurut Soekanto 2005, bentuk-bentuk perubahan sosial adalah sebagai berikut Perubahan sosial lambat evolusi. Yaitu perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan ada serangkaian perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti secara lambat pula. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya, tanpa rencana atau kehendak tertentu. Perubahan terjadi karena usaha masyarakat menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul. Perubahan sosial cepat Revolusi. Perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut sendi-sendi dasar kehidupan masyarakat, seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara manusia. Suatu revolusi dapat juga berlangsung dengan didahului suatu pemberontakan. Perubahan sosial kecil. Yaitu perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial, tetapi tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan sosial besar. Perubahan besar adalah perubahan yang berpengaruh terhadap masyarakat dan lembaga-lembaganya, seperti dalam sistem kerja, sistem hak milik tanah, hubungan kekeluargaan, dan stratifikasi masyarakat. Perubahan sosial yang direncanakan. Merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat yang dinamakan agent of change. Perubahan sosial yang tidak direncanakan. Yaitu perubahan yang berlangsung begitu saja dan diluar jangkauan pengawasan masyarakat serta dapat menimbulkan akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan. sebagai contoh bertambahnya jumlah pengangguran. Proses Perubahan Sosial Perubahan di masyarakat senantiasa terjadi. Perubahan tersebut dapat diketahui dengan membandingkan keadaan masyarakat dalam satu waktu dengan keadaan yang lampau. Menurut Bertrand 1980, proses terjadinya perubahan sosial adalah sebagai berikut a. Difusi Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu individu ke individu yang lain, dari satu golongan ke golongan yang lain, atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Masuknya unsur-unsur baru ke dalam suatu masyarakat dapat terjadi melalui Pementasan damai penetration pacifique, yaitu masuknya unsur baru kedalam masyarakat tanpa tanpa paksaan dan kekerasan. Misalnya masuknya kebudayaan islam ke masyarakat Indonesia. Perembesan dengan kekerasan penetration violente, yaitu masuknya unsur baru kedalam masyarakat yang diwarnai dengan paksaan dan kekerasan sehingga terkadang merusak kebudayaan setempat. Simbiotik, yaitu proses masuknya unsur-unsur kebudayaan ke atau dari dalam masyarakat yang hidup berdampingan. b. Akulturasi Akulturasi atau kontak kebudayaan merupakan proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan tersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaannya tanpa menghilangkan sifat khas kepribadian kebudayaan asal. c. Asimilasi Asimilasi adalah proses sosial tingkat lanjut yang timbul apabila terdapat golongan-golongan manusia yang mempunyai latar belakang kebudayaan berbeda saling berinteraksi dan bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama sehingga kebudayaan dari masing-masing golongan tersebut berubah sifatnya dari yang khas menjadi unsur-unsur kebudayaan baru yang berbeda dengan asalnya. d. Akomodasi Akomodasi atau dikenal pula dengan sebutan adaptasi. Akomodasi dapat berarti keadaan atau proses. Sebagai suatu keadaan, akomodasi menunjuk kepada adanya keseimbangan dalam interaksi antara individu dengan kelompok sehubungan dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk kepada usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan-pertentangan atau usaha-usaha untuk mencapai kestabilan sosial. Bentuk-bentuk akomodasi adalah sebagai berikut Konsoliasi, merupakan pengendalian konflik melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan terjadinya difusi dan pengambilan keputusan diantara pihak-pihak yang berlawanan mengenai persoalan-persoalan yang mereka pertentangkan. Mediasi, adalah menunjuk pihak ketiga untuk memberikan nasihat-nasihat tentang bagaimana caranya menyelesaikan pertentangan-pertentangan diantara golongan yang bertikai. Arbitrasi, pengendalian konflik dengan arbitrasi perwasitan hampir sama dengan mediasi akan tetapi pihak yang bertikai dengan suka rela menerima putusan yang dibuat. Kompromi, yaitu antara pihak yang bertikai saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian masalah. Coercion, merupakan bentuk pengendalian konflik yang dilakukan karena adanya paksaan. Dalam hal ini salah satu pihak berada dalam keadaan lemah dari pihak lainnya. Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Menurut Soekanto 2005, faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial adalah sebagai berikut Adanya kontak dengan kebudayaan lain. Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada. Sistem pendidikan formal yang maju. Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan membiasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak. Sikap menghargai hasil karya orang lain. Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain. Sistem terbuka masyarakat open stratification. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya. Orientasi ke masa depan. Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial di masyarakat adalah sebagai berikut Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis. Terlambatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain terjajah. Sikap masyarakat yang masih sangat tradisional. Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif kolot. Rasa takut terjadinya kegoyahan pada integritas kebudayaan. Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat vested interest. Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan. Adanya sikap tertutup dan prasangka terhadap hal baru asing. Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut. Adat atau kebiasaan yang telah mengakar. Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki. Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu perkembangan kehidupan manusia. Daftar Pustaka Soekanto, Soerjono. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta Raja Grafindo Persada. Bungin, Burhan. 2008. Sosiologi Komunikasi Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta Kencana Prenada Media Group. Muin, Idianto. 2006. Sosiologi. Jakarta Erlangga. Sztompka, Piotr. 2010. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta Prenada. Gillin dan Gillin. 1954. Cultural Sociology a Revision of an Introduction to Sociology. New York The Millan Company. Bertrand, Alvin L. 1980. Sosiologi Kerangka Acuan, Metode Penelitian, Teori-teori tentang sosialisasi, kepribadian dan kebudayaan. Surabaya Bina usaha. Nah bagaimana kehidupan rakyat pada masa penjajahan pemerintah kolonial, berikut ini uraiannya tentang "Menganalisis Penjajahan Pemerintah Hindia Belanda". 1. Masa Pemerintahan Republik Bataaf. Pada tahun 1795 terjadi perubahan di Belanda. Muncullah kelompok yang menamakan dirinya kaum patriot. Jakarta - Teori perubahan sosial menjelaskan terkait perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Cepat atau lambat, kecil atau besar, perubahan pasti terjadi sesuai tuntutan PengertianBerdasarkan teori perubahan sosial dari Farley 1990 dalam Sztompka, perubahan sosial merupakan perubahan kepada pola perilaku, hubungan sosial, lembaga dan struktur sosial pada waktu tertentu. Hal tersebut terkait adanya perubahan kepada interaksi dalam masyarakat keika mereka melakukan tindakan dalam masyarakat itu sendiri. Kemudian, menurut Gillin dalam Leibo 1986 perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi pada kehidupan manusia yang diterima, berorientasi kepada perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun difusi dalam penemuan-penemuan hal-hal yang menurut Adam Smith Midgley2005 menyatakan perubahan akan terjadi berkaitan dengan perekonomian masyarakat yang mengalami pergantian. Maka dari itu, perubahan sosial adalah proses modifikasi struktur sosial dan pola budaya dalam suatu faktor penyebab perubahan sosial terdiri dari dua hal, yakni masyarakat sendiri internal berupa bertambah atau berkurangnya penduduk dan penemuan baru. Kedua adalah faktor pendorong yang datang dari luar masyarakat eksternal. berupa bencana alam, dan peperangan. g8Pqf.
  • kc200kn01v.pages.dev/398
  • kc200kn01v.pages.dev/105
  • kc200kn01v.pages.dev/157
  • kc200kn01v.pages.dev/347
  • kc200kn01v.pages.dev/326
  • kc200kn01v.pages.dev/140
  • kc200kn01v.pages.dev/134
  • kc200kn01v.pages.dev/118
  • kc200kn01v.pages.dev/297
  • bagaimana kira kira perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial